Tips Memilih KPR Yang Cocok Untuk Anda

Market.yukbisnisproperti.org (16)

Seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal, banyak bank yang bekerja sama dengan para developer untuk menawarkan penjualan rumah dengan sistem KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah. KPR adalah sistem pembelian rumah yang dilakukan dengan cara kredit. KPR sendiri merupakan sebuah fasilitas yang diberikan oleh pihak bank untuk orang yang ingin membeli rumah dengan cara mencicil.

Karena banyaknya bank yang menawarkan KPR, seringkali membuat sebagian orang bingung dalam memilih KPR. Sama halnya dengan menentukan rumah yang akan dibeli, memilih KPR juga terbilang sulit. Bagaimana tidak, saat ini hampir semua bank menawarkan KPR dengan promo yang menarik, mulai dari bunga rendah hingga hadiah fantastis yang akan membuat Anda tergoda. Namun, tidak semua KPR tersebut cocok atau sesuai dengan Anda. Jika Anda kurang teliti, bisa-bisa Anda harus menjalani tenor cicilan yang sudah disetujui sampai puluhan tahun. Untuk itu, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu beberapa tips dalam memilih KPR yang cocok untuk Anda sebagai berikut:

  1. Mencari Tahu Informasi Semua Penyalur KPR

Terdapat puluhan bank yang memberikan fasilitas sebagai penyalur kredit rumah. Ada baiknya Anda mencari tahu tentang kelebihan dan kekurangan setiap bank sebelum memutuskan untuk mengajukan KPR di bank tersebut. Pastikan Anda mencari tahu secara detail tentang persyaratan permohonan, suku bunga, serta berbagai kemudahan yang bisa Anda dapatkan. Beruntung sekali karena saat ini akses internet sangat mudah, jadi Anda tidak perlu repot-repot mengunjungi tiap bank untuk mendapatkan informasi. Sehingga hal ini akan lebih menghemat waktu Anda. Selain itu, Anda juga bisa menanyakan pada saudara atau teman Anda yang pernah mengambil fasilitas KPR.

  1. Mengetahui Suku Bunga yang Berlaku

Sistem suku bunga pada KPR yang biasanya diberlakukan oleh bank antara lain fixed rate (tetap), floating rate (mengambang), serta kombinasi antara fixed rate dan floating rate. Namun, sistem yang banyak digunakan oleh bank biasanya adalah kombinasi, karena untuk menarik nasabah. Pihak bank akan memberlakukan suku bunga tetap selama beberapa tahun dengan bunga rendah, lalu setelah masanya habis, suku bunga akan bergerak sesuai dengan kondisi bunga di pasaran yang ditentukan oleh Bank Indonesia (floating rate). Bank syariah biasanya tidak menggunakan suku bunga sehingga cicilannya flat atau tetap.

  1. Hitung Suku Bunga Cicilan

Setelah mengetahui sistem suku bunga yang diberlakukan oleh bank, Anda harus menghitung sendiri berapa besarnya cicilan setelah masa berlaku fixed rate (promo) habis. Anda juga harus memperkirakan berapa suku bunga cicilan tertinggi di bank yang bersangkutan. Sehingga nantinya Anda tidak terkejut jika cicilan tiba-tiba berubah drastis menjadi banyak.

  1. Banyak Bertanya

Jangan sungkan untuk menanyakan hal-hal yang sekiranya ingin Anda tanyakan mengenai kredit KPR kepada pihak bank. Beberapa pertanyaan yang mungkin Anda tanyakan misalnya:

  • Berapa denda yang harus dibayar untuk keterlambatan pembayaran cicilan KPR?

  • Bagaimana proses pelunasan cicilan KPR sebelum tenor cicilan berakhir?

  • Berapa bunga tertinggi setelah masa berlaku promo berakhir?

  • Apa saja persyaratan pengajuan KPR dan bagaimana prosesnya?

  • Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk proses pengajuan KPR?

  • Dan lain-lain

  1. Bandingkan Dengan Kemampuan Anda

Hal terakhir yang penting untuk dipastikan adalah bahwa Anda mampu untuk membayar cicilan. Hal ini penting untuk dipertimbangkan sebelum Anda memutuskan untuk mengambil KPR di bank. Jangan sampai Anda hanya mampu membayar cicilan hingga beberapa tahun saja, dan sisanya Anda mengalami gagal bayar. Bisa-bisa rumah Anda disita oleh pihak bank. Besarnya cicilan biasanya adalah 30% dari total pendapatan bulanan.

Dengan mengetahui beberapa tips dalam memilih KPR, diharapkan Anda terhindar dari kerugian akibat membayar cicilan KPR. Semoga membantu.

Leave a Reply

Required fields are marked*