Pajak-Pajak dalam Transaksi Properti yang Perlu Diketahui

9

Saat Anda ingin membeli properti, langkah terakhir setelah terjadi kesepakatan harga adalah melakukan transaksi properti. Bagi Anda yang baru akan pertama kali melakukan transaksi properti, pastilah merasa sedikit bingung, terutama bagi Anda yang sama sekali tidak memahami hal terkait jual beli properti. Jika demikian, Anda tidak perlu khawatir, karena kami akan memberikan tips dalam bertransaksi properti. Salah satu tips yang perlu Anda ketahui bahwa selain uang muka, masih terdapat biaya-biaya lain yang harus Anda keluarkan untuk mendapatkan rumah impian. Biaya-biaya tersebut adalah berupa pajak yang harus dibayarkan.

Terdapat 2 jenis pajak yang harus dibayar dalam transaksi properti. Pertama, pajak yang dikenakan kepada penjual properti. Kedua, pajak yang ditanggung oleh pembeli properti.

Pajak yang dikenakan kepada penjual properti, antara lain:

  1. Pajak Penghasilan (PPh) Final, dikenakan kepada penjual properti sehubungan dengan pengalihan hak atas tanah dan bangunan dengan tarif dan dasar pengenaan pajak atas penghasilan yang diperoleh selama tahun berjalan. Besarnya PPh adalah 2,5% dari nilai transaksi.

  2. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Besarnya nilai PBB tergantung lokasi, bisa dilihat di Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB). Jika Anda tidak jeli, penjual yang nakal biasanya membebankan biaya pajak ini kepada penjual. Maka perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya PBB dibayarkan oleh penjual properti.

Pajak yang ditanggung oleh pembeli properti, antara lain:

  1. Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari properti dalam peredarannya dari penjual ke pembeli. PPN dibayarkan oleh pembeli namun dipungut oleh penjual dan disetorkan ke Negara. Dalam bidang properti, PPN hanya dikenakan terhadap primary property yang dijual oleh developer ke pembeli, sedangkan transaksi secondary property untuk jual beli antar pribadi tidak dikenakan PPN. Besarnya PPN 10% dari nilai peralihan.

  2. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), juga hanya dikenakan pada primary property dan tidak berlaku untuk secondary property. Besarnya nilai PPnBM adalah 20% dari nilai transaksi.

  3. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), adalah pungutan hak atas tanah atau bangunan. Besarnya BPHTB adalah 5% dari nilai transaksi, dimana nilai transaksi dikurangi terlebih dahulu dengan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) dan besarnya NPOPTKP berbeda-beda tergantung daerah. Silahkan ditanyakan ke dinas pendapatan daerah masing-masing atau ke kantor Notaris.

  4. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), pajak ini dibayarkan ketika melakukan pengajuan permohonan baliknama sertifikat di Badan Pertahanan Nasional (BPN). Besarnya PNBP adalah 0,1% dari zona nilai tanah ditambah 50ribu.

Itulah pajak-pajak yang harus Anda ketahui sebelum melakukan transaksi jual beli. Agar bagi Anda yang akan melakukan transaksi jual beli, tidak merasa kaget dengan pembengkakan biaya dan bisa mempersiapkan biaya tersebut jauh hari sebelumnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Required fields are marked*