Ingin Beli Rumah Dengan Sistem KPR? Yuk, Lihat Langkah-Langkahnya

16

Rumah memang tetap menjadi kebutuhan dan prioritas utama manusia. Tidak dapat dipungkiri, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal, harga rumah pun juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Bagi sebagian orang yang ingin membeli rumah, pembelian secara kontan seringkali merepotkan karena harus menyediakan uang dalam jumlah yang banyak. Anda juga akan merasa kesulitan terutama jika belum memiliki cukup uang untuk membeli rumah namun sudah terdesak oleh keadaan untuk segera memiliki rumah.

Untuk yang ingin cepat-cepat membeli rumah tanpa harus menunggu uang terkumpul banyak, Anda bisa membeli rumah dengan cara kredit melalui sistem KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). KPR adalah sistem kredit untuk pembelian rumah dimana Anda hanya perlu membayar angsuran atau cicilan tiap bulan dengan jumlah angsuran yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pembelian secara tunai. Lalu, bagaimanakah cara kredit rumah dengan sistem KPR ini? Berikut akan dibahas dalam artikel ini.

Langkah-langkah dan Persyaratan KPR

Sebelum membeli rumah dengan sistem KPR, Anda sebaiknya harus memahami terlebih dahulu prosedur dan langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Temukan dan Tentukan Rumah yang Akan Dibeli

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum membeli rumah dengan cara kredit adalah menemukan rumah yang akan dibeli. Anda bisa datang ke bank dan meminta informasi mengenai lokasi rumah-rumah yang tersedia untuk dibeli secara kredit. Anda juga bisa mencari informasi dari media massa seperti koran, internet, atau iklan dan mendatangi lokasinya secara langsung. Anda sebaiknya memiliki beberapa alternatif pilihan rumah untuk dibandingkan dari segi harga, kemudahan proses kredit KPR, dan lainnya agar dapat menentukan rumah yang paling sesuai dengan yang diinginkan.

  1. Tanyakan Segala Informasi Mengenai Rumah Tersebut

Setelah menemukan rumah target, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah menanyakan segala informasi mengenai rumah tersebut. Langkah ini penting sebagai gambaran Anda nantinya. Informasi yang bisa ditanyakan diantaranya adalah harga rumah, berapa uang muka, cicilan, dan biaya tanpa tanda jadinya. Selain itu, hal yang lain yang harus ditanyakan adalah apakah rumah sudah dibangun atau baru akan dibangun setelah membayar uang muka. Jika rumah sudah dibangun, lihatlah desain rumah tersebut dan pastikan lokasinya dengan benar serta cek juga fasilitasnya. Namun jika rumah baru akan dibangun, tanyakan berapa lama waktu pembangunannya dan bagaimana nanti proses kredit KPR-nya.

  1. Membayar Tanda Jadi

Jika informasi sudah didapatkan, maka langkah selanjutnya adalah membayar tanda jadi. Tanda jadi ini seperti bukti pemesanan atas rumah supaya rumah tersebut lantas tidak dibeli oleh orang lain. Selain itu, tanda jadi biasanya juga agar harga rumah yang sudah disepakati tidak naik meskipun tidak segera dibayar. Para developer pun biasanya memiliki aturan yang berbeda-beda terkait tanda jadi ini. Ada yang membebaskan tanpa batas waktu, ada yang mengharuskan membayar uang muka setelah beberapa waktu, ada juga tanda jadi yang hangus apabila rumah tidak jadi dibeli.

  1. Membayar Uang Muka KPR

Setelah membayar tanda jadi, langkah selanjutnya adalah membayar uang muka. Jika developer mengatakan bahwa tanda jadi sudah merupakan bagian dari uang muka, maka Anda hanya perlu membayar sisanya. Namun jika belum termasuk, Anda perlu membayar uang muka untuk kredit KPR ini. Developer biasanya akan mengembalikan uang muka jika pengajuan KPR untuk rumah Anda ditolak oleh pihak bank.

  1. Mengajukan KPR ke Bank

Setelah melunasi uang muka, Anda bisa mengajukan KPR ke bank. Jika bank yang menjadi pilihan Anda merupakan partner dari developer, mereka biasanya akan membantu proses pengajuan KPR ini. Namun jika bank pilihan Anda bukan partner dari developer, Anda akan diminta untuk mengurus pengajuan ini sendiri. Beberapa persyaratan pengajuan KPR yang harus dilengkapi antara lain fotokopi rekening koran semua tabungan, surat keterangan bekerja, slip gaji 3 bulan terakhir, fotokopi KTP dan KK, surat nikah, dan lain-lain tergantung masing-masing bank. Persyaratan lainnya adalah Anda sudah harus menjadi pegawai tetap minimal 2 tahun. Proses pengajuan ini biasanya memakan waktu 1 bulan. Dalam waktu 1 bulan tersebut, pihak bank biasanya akan melakukan survey seperti pemantauan ke tempat Anda bekerja dan pengecekan ke Bank Indonesia untuk memastikan bahwa Anda tidak termasuk dalam blacklist terkait dengan catatan kredit yang mungkin pernah Anda lakukan sebelumnya.

Hal yang harus diperhatikan dari kredit rumah KPR ini adalah kemampuan finansial Anda. Bank biasanya mensyaratkan cicilan sebesar 30% atau 40% dari gaji Anda.

Leave a Reply

Required fields are marked*