Macam-Macam Material Untuk Dinding Rumah

yukbisnisproperti.org desin(3)

Dinding adalah bagian rumah yang paling penting. Bisa dibilang dinding adalah konstruksi utama untuk membangun rumah. Selain itu, dinding juga berfungsi sebagai penyekat antara ruangan satu dengan ruangan lainnya. Syarat utama dari dinding rumah haruslah kuat dan kokoh agar mampu melindungi penghuninya.

Sebelum membangun rumah, hal pertama yang harus Anda siapkan adalah material bahan bangunan terutama material untuk dinding rumah. Bahan yang digunakan untuk dinding rumah biasanya tergantung dari selera masing-masing pemilik rumah. Namun perlu juga diperhatikan bahwa material untuk dinding rumah haruslah yang mempunyai struktur yang kuat. Selama ini, material yang sering digunakan untuk dinding rumah adalah bata merah. Namun selain bata merah, ternyata masih banyak material dinding rumah yang perlu Anda ketahui. Hal ini penting agar Anda tahu jenis material mana yang tepat dan sesuai dengan konstruksi rumah yang akan Anda bangun, karena setiap material mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut macam-macam material yang dapat digunakan untuk dinding rumah.

  1. Batu Bata Merah

Jenis ini adalah yang biasanya paling banyak digunakan oleh masyarakat jaman sekarang. Selain harganya yang terjangkau, bata merah juga dianggap sebagai bahan yang kuat dan tahan lama serta mudah dipasang. Beberapa kelebihan bata merah adalah mampu mereduksi panas, tidak terlalu berpengaruh pada suhu ruangan pada saat hujan dan tidak terjadi rembesan air hujan, jarang terjadi keretakan, serta mampu menerima beban. Sedangkan kekurangannya salah satunya adalah memerlukan waktu yang lama untuk proses pemasangan.

  1. Batako

Batako merupakan campuran dari pasir dan semen yang dicetak berbentuk balok. Material ini biasanya digunakan sebagai pengganti bata merah karena harganya yang jauh lebih murah. Kelebihan batako selain harganya murah adalah pemasangannya juga lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan bata merah, selain itu karena ukurannya yang lebih besar juga akan lebih menghemat perekat. Kekurangannya adalah kekuatannya kurang mampu menahan beban berat sehingga mudah terjadi keretakan.

  1. Bata Ringan

Sesuai dengan namanya, bata ini lebih ringan dibandingkan dengan bata merah. Bata jenis ini dapat mengurangi volume dan beban struktur menjadi tidak berat sehingga proses pembangunan menjadi lebih cepat. Kelebihannya adalah pemasangannya lebih praktis dan ukurannya yang lebar membuat irit perekat. Sedangkan kekurangannya adalah biayanya lebih mahal dan proses pemasangannya tergolong sulit karena memerlukan tenaga ahli.

  1. GRC (Glassfiber Reinforce Cement)

Material ini terbuat dari serat fiber glass dengan campuran pasir dan semen. Bahan ini sifanya tidak permanen karena dapat dibongkar jika sudah tidak terpakai. GRC lebih mudah dipasang, bobotnya ringan, serta harganya juga lumayan murah. Dalam proses pemasangan lebih praktis dan lebih ramping sehingga tidak membutuhkan banyak ruang. Akan tetapi GRC mempunyai kelemahan yaitu tidak mampu menahan beban dan tidak tahan terhadap benturan.

  1. Partikel Wood

Partikel wood merupakan kayu olahan yang digunakan untuk dinding rumah. Material ini mempunyai beban yang ringan dan praktis dalam proses pemasangan serta ramping sehingga tidak membutuhkan banyak ruang. Partikel wood juga memiliki kelemahan antara lain tidak tahan terhadap benturan dan tidak mampu menahan beban, serta beresiko mudah lapuk.

  1. Kaca

Awalnya tidak banyak yang menggunakan kaca sebagai dinding rumah. Namun seiring dengan berkembangangnya arsitektur, material ini mulai banyak digunakan sebagai dinding rumah. Kaca dapat memberikan kesan rumah yang modern, namun juga beresiko mudah pecah dan harganya juga tergolong mahal.

Informasi tentang macam-macam material untuk dinding rumah di atas semoga dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat terutama bagi Anda yang ingin membangun rumah. Pilihlah material yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Leave a Reply

Required fields are marked*