Inilah Cara Developer Menentukan Harga Jual Rumah

kedua

Bagi para developer, menentukan harga jual rumah merupakan salah satu hal yang harus dilakukan sebelum memasarkan rumah yang akan dijual. Menentukan harga jual rumah bisa dikatakan lumayan sulit bagi masyarakat biasa, karena selain harganya yang variatif, harga rumah juga relatif tidak standar. Berbeda dengan produk investasi lain yang harga jualnya relatif sama, harga jual rumah bisa berbeda-beda tergantung pada lokasi tempat rumah dibangun dan kondisi fisik dari rumah tersebut. Semakin bagus kondisinya atau semakin strategis, maka harga jual rumah semakin mahal.

Namun para developer biasanya tidak menentukan harga jual rumah dari kedua faktor itu saja. Ada beberapa perhitungan sederhana yang digunakan oleh para developer untuk menentukan harga jual properti. Hal ini bisa menjadi pengetahuan yang penting bagi orang-orang yang ingin membeli rumah dari developer.

Kebanyakan orang yang ingin menjual rumah secara pribadi (bukan developer), biasanya harga jual rumah ditentukan dari perkiraan harga pasaran di wilayah sekitar. Namun developer tidak menggunakan perkiraan tersebut dan memiliki cara tersendiri dalam menentukan harga jual properti. Harga jual rumah yang ditentukan oleh developer sudah diperhitungkan secara tepat dengan didasarkan pada keseluruhan biaya proyek plus profit yang didapat. Penentuan harga jual properti/rumah didasarkan pada biaya-biaya berikut.

  1. Harga Tanah

Tanah merupakan modal utama dalam bisnis properti. Sehingga biaya yang dikeluarkan oleh seorang developer tidak luput dari biaya yang digunakan untuk pengadaan tanah lahan. Biaya pengadaan lahan tanah yang digunakan untuk membangun properti meliputi segala sesuatu sampai tanah berpindah hak dari pemilik lama ke developer, seperti biaya notaris, biaya sertifikasi, pajak, mediator (jika ada), dan kompensasi (jika diwajibkan). Semua biaya-biaya yang digunakan untuk keperluan tersebut ditotal sebagai harga tanah.

  1. Biaya Desain dan Perizinan

Biaya yang dikeluarkan oleh developer juga termasuk biaya untuk desain proyek konstruksi yang dikerjakan. Selain itu ada juga biaya perizinan mendirikan bangunan. Kedua biaya ini dimasukkan sebagai biaya untuk menentukan harga jual properti.

  1. Biaya Konstruksi

Biaya konstruksi meliputi seluruh biaya yang digunakan untuk membangun rumah, meliputi harga material dan biaya untuk membuat infrastruktur lainnya. Biaya konstruksi untuk setiap rumah bisa berbeda-beda tergantung luas rumah yang dibangun, fasilitas yang dibuat, dan bahan yang digunakan. Semua biaya konstruksi tersebutlah yang digunakan para developer untuk menentukan harga jual properti.

  1. Biaya Manajemen Pengelolaan

Biaya manejemen pengelolaan adalah biaya yang dikeluarkan oleh developer untuk membiayai seluruh proses sampai properti siap dipasarkan. Biaya ini meliputi biaya untuk menggaji para karyawan dan untuk promosi pemasaran. Biaya-biaya yang digunakan untuk mendukung terselesaikannya proyek properti dimasukkan dalam biaya ini dan digunakan untuk menentukan harga jual properti.

  1. Profit

Profit atau keuntungan merupakan hasil yang akan diperoleh dari penjualan properti. Hasil dari menjual properti/rumah pasti sudah termasuk profit untuk developer. Tidak ada ketentuan khusus dalam menentukan profit, namun biasanya untuk properti kenaikan harganya 15-30% tiap tahun. Kisaran tersebut biasanya yang dipakai developer untuk menentukan profitnya. Para developer tentunya tidak mau rugi dengan hasil penjualan propertinya. Maka dari itu mereka pasti menambahkan profit.

Keseluruhan biaya-biaya tersebut di atas yang digunakan developer untuk menentukan harga jual properti/rumah, yaitu dengan rumus:

Harga tanah + biaya desain dan perizinan + biaya konstruksi + biaya manajemen pengelolaan + profit = harga jual rumah.

Informasi ini penting bagi Anda yang ingin membeli rumah dari developer, agar Anda mendapatkan gambaran kenapa harga beli rumah dari developer biasanya lebih mahal.

Comments

  1. Wah Mantap banget …

Leave a Reply

Required fields are marked*