Tips Bikin Copywriting Yang “Menggoda” Untuk Properti Sewaan atau Dijual

coffee-smartphone-desk-pen-large

Terkadang kalau memasarkan listing properti atau istilah kerennya real-estate dalam kategori dijual atau sewa atau kontrakan, baik itu rumah, ruko, atau gudang bahkan office ( kantor ) sekalipun rasanya seperti teriak-teriak sendiri di tempat konser musik rock ‘n roll Metallica.

Tidak ada yang memperhatikan sama sekali dan setiap orang saling sibuk dengan urusan masing-masing. bahkan seperti teriak- teriak di kuburan saja rasanya (wajar karena kuburan sepi, kecuali pas lebaran banyak orang ziarah 😀 )

Akan terasa sangat bersusah payah ketika setelah foto obyek dengan hape kesayangan dilanjut menulis kalimat deskripsi pemasaran namun sedikit  atau kurang ditanggapi.

Saya sendiri terbiasa untuk menulis sebuah iklan dalam media masyarakat sebanyak 2-3 postingan setiap hari, terhitung sejak tahun 2013. Memang tidak semua iklan Saya mendapatkan respons yang bagus, banyak sekali faktor yang menjadi penentu sebuah iklan diminati. Salah satunya ada konten atau materi iklan tersebut

Menulis materi atau konten sebuah listing untuk properti memang terkadang tidak mudah, dan memang jangan kira semua orang akan bisa melakukannya terutama bagi yang tidak pernah atau baru memulai dalam memasarkan sebuah properti baik kondisi dijual ataupun disewakan namun sebagai bagian dari ilmu marketing properti, Kita tetap harus melakukannya bahkan wajib menguasainya

Berikut beberapa trik dan tips untuk mengarungi derasnya badai samudera marketing properti untuk teman-teman:

Memperbaharui setiap beberapa bulan

Listing properti bisa terjual atau tersewakan dalam kondisi yang tidak tentu. kalau beruntung bisa dalam beberapa minggu, bahkan sampai ada yang bertahun-tahun. Tentu merawat kondisi dan lingkungan properti merupakan salah satu tanggung jawab pemilik atau pemegang kunci agar obyek selalu berada dalam kondisi cukup menarik dan fresh, terutama ketika calon penyewa atau pembeli sewaktu-waktu yang tak tentu berkunjung untuk survey

Baik ketika hujan atau kemarau, rawat dan jagalah kebersihan dan keasrian obyek tersebut. berikut juga dengan detail-detail lain seperti keadaan kebutuhan vendor, apakah harga sewa/jual berubah baik naik ataupun turun harga, kondisi lingkungan dan perkembangan pertumbuhan area tersebut dll

Gunakan foto atau obyek visual lainnya secara profesional

Berdasarkan hasil penelitian, Manusia akan lebih mempercayai sesuatu secara visual daripada hanya sekedar kata-kata. pantaslah dengan sebutan, “Gambar adalah seribu kata”. Berlaku juga dengan pemasaran properti tentunya, gambar yang menarik dan berkualitas tinggi akan meningkatkan minat survey calon pembeli/penyewa sebanyak 70%.

Jika tidak mampu menguasai teknik foto yang benar, bisa juga menggunakan jasa fotografi. lebih baik berinvestasi di dalam kualitas daripada di kuantitas namun dengan hasil yang kurang memuaskan. Namun jangan mengeditnya terlalu berlebihan. pancarkan sudut-sudut ruang yang menarik terutama kamar mandi, ruang tidur, dapur yang memiliki kondisi optimal

Saya juga mengambil kondisi lingkungan sekitar hanya jika terdapat hal-hal yang menarik atau memiliki kondisi jalan yang sesuai atau terdapat sesuatu hal unik yang menarik dalam lingkungan tersebut. Jika tidak, sebaik nya tak perlu di berikan.

Utamakan saja titik atau spot yang paling menarik dalam obyek tersebut dan tonjolkan dalam foto atau visualisasi yang terbaik. Saya sendiri biasanya menggunakan kualitas. Kalau memang cukup 3 bahkan  2 foto sekalipun asalkan Foto tersebut memiliki resolusi yang terbaik, maka Saya gunakan foto itu saja.

Perhatikan jika dalam aturan visual media promosi terutama online, karena terkadang setiap platform atau media memiliki standart resolusi yang berbeda- beda sehingga akan lebih mudah jika disesuaikan juga. seperti Ukuran Mb Image jangan terlalu besar namun cukup jelas untuk diperhatikan

Jelas dan usahakan jangan disingkat-singkat

Sebisa mungkin hindari singkatan-singkatan atau frase properti seperti LT/LB 45/72 dan lebih ditulis secara natural seperti luas tanah 45 dan luas bangunan 72. Hal ini disebabkan tidak semua orang paham mengenai singkatan tersebut dan hal tersebut akan memicu pertanyaan yang seharusnya bisa dipaparkan secara mendetail, hal ini berguna untuk menyaring siapa pembeli yang benar-benar berminat karena paham namun perlu penjelasan mendetail  daripada hanya sekedar tanya-tanya saja mengenai kepanjangan dari sebuah singkatan.

Gunakan kata-kata yang akurat, positif dan jelas sehingga memudahkan pembaca untuk mengerti dan tentunya akan memudahkan kita sendiri sebagai pemasar, lebih baik menambah space atau ruang tulisan namun pembaca atau audiens lebih memahami.

Tidak perlu menyembunyikan harga

Banyak sekali iklan yang menampilkan gambar dan sebagian penjelasan tanpa harga dengan maksud untuk mengundang pembaca untuk bertanya. Tindakan seperti ini akan muncul pertanyaan mengenai harga dan ketika harga tidak sesuai dengan target market, ujung-ujungnya tidak sesuai dengan kebutuhan dan membuang waktu, sedangkan tujuan dari pemasaran adalah menyaring target market yang sesuai sehingga Kita bisa mem-follow up dengan teknik closing saja. Padahal dalam aturan marketing dasar, target market adalah hal paling utama dalam sebuah penjualan, melebihi pentingnya kalimat pemasaran itu sendiri. karena jika target market tidak sesuai, maka penjualan tidak akan terjadi karena mereka butuh saja tidak apalagi menggunakan. masuk akal ya? 😀

Saya selalu menampilkan harga setelah deskripsi obyek properti. Dengan gambar yang bagus, perawatan rutin obyek properti dan respon dari kita sebagai pemasar yang cepat dan tepat, tentu akan menarik hati calon klien yang tepat dan membutuhkan tanpa perlu menyembunyikan harga sehingga calon klien bisa mendapat sesuai apa yang mereka harapkan.

Gunakan bahasa yang baik dan tidak berlebihan

Dengan kalimat yang sopan dan tidak menggunakan huruf besar atau kapital secara berlebihan seperti orang marah atau berteriak tentu akan menarik calon klien sebagai pembaca iklan dengan cara yang lebih positif.  Gunakan kata kunci yang menarik minat dan motivasi audiens untuk meneruskan membaca deskripsi iklan. Berdasarkan penelitian platform property Urbanindo.com, kata- kata seperti ‘Strategis’ dan ‘Nego’ merupakan kata yang diminati pembaca. Saya pun juga sebisa mungkin menggunakan kata kunci atau keyword yang diminati audiens. Bisa menggunakan tools seperti google keyword yang gratisan untuk membantu menemukan kata kunci secara lebih terperinci.

Story telling atau teknik bercerita biasanya digunakan untuk meningkatkan nilai dari materi pemasaran, namun karena konten yang Kita bahas adalah iklan secara langsung maka story telling atau konten bercerita terkesan terlalu lama, karenanya story telling paling cocok digunakan pada social media atau media penjualan tidak langsung

Gunakan mental berlimpah sebagai pemasar. jika dengan foto yang bagus, perawatan dan deskripsi terutama harga yang jelas sudah kita cantumkan, maka percayalah akan ada banyak calon klien yang terarik tanpa perlu menggunakan kata-kata yang terlalu berlebihan. tentu copywriting merupakan sesuatu yang dianjurkan, namun dengan paparan yang jujur dan sesuai yaa agar tidak mengecewakan audiens atau pemirsa property teman- teman…

Itu beberapa tips dari saya, Semoga bermanfaat. Mungkin ada masukan lain yang kira-kira bisa membantu memasarkan properti selain point diatas? Share dan komen jika bermanfaat  ya

Artikel ditulis oleh : Farabi Husni | Facebook : www.facebook.com/faraby.husni

Comments

  1. sok tau luh!
    gua aja udah lama di agen properti kaga pake begini beginian..
    closing mah closing aja..
    rezeki udah ada yg ngatur tong…
    yang nggak percaya, berarti musyrik dan kafir…

  2. keren sangat bermanfaat sekali ilmu dan tehniknya mas ijin praktek

Leave a Reply

Required fields are marked*