2016-09-23-001

Dalam Hirarki Kebutuhan menurut Maslow, tempat tinggal adalah kebutuhan yang mendasar terkait fisiologis manusia. Yakni kebutuhan yang paling penting dan harus dipenuhi terlebih dahulu. Tempat tinggal bersanding dengan air, udara dan makanan serta pakaian.

Tahukah Anda bahwa ada 7.6 sampai dengan 13,5 juta kepala keluarga (KK) yang  belum memiliki rumah. Menurut Dirjen Penyediaan perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR), Syarif Burhanuddin, backlog dalam hal kepemilikan sebesar 13,6 juta KK yang tidak punya rumah, berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik). Namun untuk masalah kepenghunian maka menurut data BPS terdapat 7,6 juta kepala Keluarga. Hal ini disampaikan pada diskusi panel “Program Pengadaan Sejuta Rumah: Peluang & Tantangan”, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (29/1/2015).  (Sumber Properti.Kompas.Com)

Data tersebut di atas diragukan validitasnya oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti yang dikutip Kompas.com pada tanggal 24 Agustus 2015.  Sehingga beliau meminta untuk meninjau ulang angka-angka yang disajikan.  (Sumber Properti.Kompas.Com)

Menisbikan kevaliditasan data, Pemerintah melalui PUPR mencanangkan program sejuta rumah. Realisasi program ini dapat dipantau dalam web SejutaRumah.id dimana web tersebut menyajikan rumah-rumah yang menjadi program Sejuta Rumah. Target dalam 5 tahun, Pemerintah dapat membangun 7.6 juta rumah seperti yang diagendakan pada  Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN).

Menurut Dirjen Penyediaan Perumahan, Pemerintah hanya mampu menyediakan 400 ribu unit rumah per tahun. (Dikutip dari Properti.Kompas.Com). Dengan asumsi ini, dalam 5 tahun pemerintah hanya mampu membangun 2.000.000 rumah. Terdapat 5,6 juta rumah yang menjadi peluang bagi pihak swasta.

Menurut Dirjen Penyediaan Perumahan, realisasi program Sejuta Rumah pada tahun 2015 adalah sebesar 700.144 unit. (Dikutip dari Bisnis.com tanggal 7 Januari 2016). Maka total unit rumah yang masih harus dibangun sampai dengan 2019 adalah 6.899.856 rumah. Bila dihitung secara proposional maka peluang swasta membangun unit rumah adalah 5.084.104 unit.

data dan asumsi riset1

Harga rumah subsidi dibatasi oleh pemerintah. Untuk tahun 2016 ini, harga rumah subsidi antara 116,5juta sampai dengan 183,5 juta (rumah subsidi di Papua). Lihat tabel berikut untuk lebih detilnya.

Harga Rumah Subsisi FLPP 2016 2

Maka potensi bisnis 5.084.104 juta rumah sampai tahun 2019 adalah sebesar (minimal) 116,5 juta x 5.084.104 juta rumah atau sebesar 592,3 Trilyun.  Perkiraan potensi omzet bisnis properti per tahun adalah 148 Trilyun. Ini hanya dihitung dengan asumsi harga jual rumah terendah.

Anda mau ikut ambil bagian? Untuk itu, kami menyarankan beberapa hal berikut :

  1. Mempelajari tentang program rumah subsidi dari pemerintah
  2. Mempelajari metode bisnis developer properti khususnya dalam membangun rumah subsidi
  3. Membaca iklim makro ekonomi Indonesia maupun daerah yang tidak dibahas pada riset ini.

5 thoughts on “Peluang Bisnis Properti 2016 – 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *