HITUNG CICILAN KPR DENGAN HATI-HATI

Anda mau beli rumah dengan fasilitas KPR? Hati-hati dalam menghitung cicilannya. Jangan sampai berakibat KPR macet gara-gara salah hitung kemampuan cicilan KPR.

Biasanya bank mematok cicilan per bulan tak lebih dari 30% dari penghasilan suami dan istri alias joint income. Ini adalah kemampuan Anda membayar kembali hutang KPR yang dihitung oleh bank. Demi kepentingan Anda sendiri, agar masih ada penghasilan yang dapat digunakan untuk keperluan hidup lain.

Cicilan KPR dihitung dari besarnya uang muka dan jangka waktu KPR. Uang muka besar akan membuat cicilan rendah. Uang muka kecil, maka otomatis cicilannya akan tinggi. Dengan asumsi harga rumah dan jangka waktu KPR adalah sama.

Bila belum mampu menyediakan uang muka dengan jumlah besar, tetapi ingin cicilan yang rendah, pilihlah KPR dengan jangka waktu panjang. Beberapa bank menawarkan jangka waktu sampai dengan 20 tahun. Tetapi semakin lama waktu cicilannya, makan semakin besar yang harus Anda bayarkan.

Misalnya, nilai KPR sebesar Rp200 juta dengan bunga efektif 12% per tahun. Jika Anda mengambil KPR berjangka waktu lima tahun, Anda perlu mencicil pokok plus bunga sekitar 4 jutaan per bulan. Itu berarti total uang yang harus Anda setor ke bank sebesar 260 jutaan. Apabila jangka waktu kredit diperpanjang menjadi 10 tahun, cicilan per bulan hanya sekitar 2,8 jutaan. Tetapi, jumlahnya bisa mencapai 340 jutaan.

Nah sekarang Anda menjadi lebih tau sehingga Anda dapat mengambil keputusan sendiri tentang jangka waktu pembayaran KPR. Dan perlu diingat juga bahwa selain menyiapkan pembayaran atas uang muka, Anda juga harus memperhitungkan ongkos-ongkos lain, seperti cicilan KPR pada bulan pertama, pajak, biaya notaris, provisi, kredit, asuransi, hingga bea balik nama yang tentunya berjumlah tidak sedikit.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *