Perhatikan Hal Berikut Saat Anda Menjual Rumah

rumahrumah

Menjual rumah memang susah-susah gampang! Kenapa? Karena rumah merupakan jenis barang yang harganya terus naik, bisa ditempati sendiri atau disewakan bahkan pembeliannya pun bisa melalui bantuan Bank (KPR), sehingga logikanya sangat mudah untuk menjualkan barang ini kepada orang lain.

Namun disisi lain ternyata banyak orang yang sulit menjual rumahnya, bahkan hingga lebih dari satu tahun belum laku juga padahal sudah diisi banner dijual langsung pemilik dan sudah iklan di Koran lokal. Kira-kira apa yang membuat rumah tersebut susah mendapatkan pembeli? Simak analisis tim Asialand berikut ini:

  1. Tidak koperatif dengan pembeli

Sebagai orang yang butuh uang, anda sebaiknya cukup koperatif dengan calon pembeli serius rumah anda, misalnya menunjukkan IMB dan copy sertifikat tanah ketika pembeli ingin mengetahui apakah rumah ini memang memenuhi legalitas untuk diajukan KPR ke Bank. Jika anda mengulur-ulur waktu untuk memperlihatkan dokumen ini, pembeli bisa menjadi tidak yakin dan beralih kepada rumah lain.

  1. Tidak punya waktu memperlihatkan lokasi rumah

Dikarenakan kesibukan pemilik, sering kali calon pembeli harus menyesuaikan jadwal untuk bisa melihat rumah tersebut. Padahal mereka ingin cepat melihat sehingga langsung mendapatkan keputusan membeli. Hal ini bisa diakali dengan cara menunjuk orang yang punya cukup waktu fleksibel untuk mengantar calon pembeli yang ingin melihat lokasi rumah dan fisik rumah tersebut.

  1. Membiarkan kondisi rumah “apa adanya”

Maksud apa adanya disini adalah rumah dibiarkan dalam kondisi berantakan dan beberapa tampilan depan rumah tidak diservis sebelum dijual. Penjual berfikir, nanti setelah ada yang pasti beli barulah rumah di servis atau di bersihkan. Sedangkan pembeli cenderung ingin yang siap huni dalam kondisi OK. Ibaratnya, anak gadis yang mau dicarikan jodoh tentu harus didandani dan ditampilkan sisi positifnya, sehingga lebih banyak yang tertarik.

  1. Memasang harga terlalu tinggi

Ya, sering kali penjual rumah berfikir bahwa pembeli akan nego harga, sehingga sebaiknya harga di naikkan dulu untuk jaga-jaga nanti dinego. Namun hal ini sering membuat pembeli mundur duluan sebelum menawar harga, karena pikirnya rumah ini dijual dengan harga yang tidak masuk akal. Sebaiknya naikkan hanya maksimal 3% dari harga pasaran, dengan begitu calon pembeli masih punya semangat untuk tawar menawar rumah anda.

Note : pembeli juga pasti survey beberapa rumah sebelum memutuskan menghubungi anda, jadi mereka juga tidak mau repot-repot menelepon rumah yang dijual dengan harga tidak masuk akal.

Menjual rumah bisa dilakukan secara offline maupun online. Penjualan rumah secara offline biasanya dengan memasang spanduk/banner di depan rumah, melalui agen properti, iklan melalui surat kabar. Sedangkan penjualan rumah secara online dapat dilakukan dengan mencantumkan di beberapa media sosial di antaranya Facebook, Instagram dan Path serta mengiklannya gratis dibeberapa situs seperti OLX, Kaskus, Jual Beli, dan lain sebagainya.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Required fields are marked*