Teknik Closing Membandingkan dengan Pesaing

rumahrumah

Pembeli bisa saja ragu antara memilih properti yang kita tawarkan atau membeli properti pesaing yang harganya lebih murah. Orang memang sering berfokus pada harga dan melupakan kerugian biaya dalam jangka panjang. Teknik closing ini bekerja dengan membandingkan biaya dari waktu ke waktu bukan pembayaran saat ini. Teknik ini penting untuk diterapkan saat pembeli membandingkan properti kita dengan properti pesaing yang berharga lebih murah.

Sebaiknya, jangan bicara tentang harga. Sebaliknya, ajak si pelanggan untuk berfikir tentang biaya total yang dihemat saat memilih properti kita, termasuk layanan, penggantian, dan seterusnya. Kemudian bandingkan biaya ini terhadap properti pesaing.

Sebagai contoh, katakan : “Jika anda membeli rumah lainnya, anda harus mengganti banyak dalam setiap bagiannya karena material yang digunakan tidak sebagus di rumah yang saya jual, sedangkan rumah yang saya jual digaransi selama 3 tahun karena kami menggunakan material kelas 1 jadi tahan lama.

Bila pelanggan tampak keberatan dengan jumlah nilai rupiah yang perlu mereka keluarkan untuk membeli, sebaiknya buatlah properti itu terlihat murah. Salah satu caranya adalah dengan memecah pengeluaran mereka dalam hitungan yang lebih kecil, bisa bulanan maupun tahunan. Misalnya, pada calon penyewa kamar seharga Rp 6 juta setahun, Anda dapat menawarkan menjadi Rp 16.500,-/hari. Begitupula dengan pelanggan internet. Ketimbang menyebutkan pelanggan harus mengeluarkan uang sebesar Rp 150 ribu/bulan, Anda dapat mengubah penawarannya menjadi Rp 5 ribu/hari. Terlihat murah, bukan? Kebanyakan orang berpikir praktis dan tidak mau repot menghitung biaya kompleks.

Leave a Reply

Required fields are marked*