IMG-20140428-WA0005

“Pak, saya mau nawarin tanah. Ada 5000 m2 nih. Lebar depannya 30m. Di samping lokasi sudah ada perumahan juga. Denger2 akan dibangun 500 unit rumah bersubsidi di perumahan tersebut!”

“Harga tanahnya berapa?

“Harga per meternya 500 ribu, pak!”

“Waduh… kalau beli tanahnya segitu, saya harus jual berapa nanti? Gak mungkin ngejar harga perumahan sebelah!”

“Ya nanti nego-nego kan bisa pak. Bisa turun.”

“Tapi mana bisa turun sampe 150 ribu!”

“Hehehe. Berat ya pak?!”

“Gini aja, kl mau 150ribu per m2, saya mau deh!”

————————
Dialog seperti ini sering kali terjadi. Banyak penawaran tanah yang harganya memang sesuai harga pasar, tapi bila dicreate jadi perumahan, harga rumahnya jadi tidak bisa bersaing dengan harga sekitarnya. Harus menciptakan pasar baru.

Si broker bila ingin menawarkan lahan kepada developer, setidaknya harus tau pola pikir si developer. Si developer bila dapat lahan seperti di atas, harus berpikir how to create new market, bukan hanya bersandar di pasar yang terdekat.

Pertanyaan dasarnya, kalau beli tanah segitu, jual segini, ada yang mau beli tidak?! Nah ini pertanyaan yang seharusnya bisa dijawab si broker sebelum menawarkan kepada si developer. Dan harus bisa dijawab juga oleh si developer ketika mau mengakuisisi lahan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *