rumahrumah

Kesalahkaprahan tak jarang terjadi dalam dunia penjualan properti. Entah karena merasa pintar (atau sok pintar), para penjual properti kerap tampil dengan pertanyaan-pertanyaan yang rumit atau dengan istilah-istilah yang mungkin tidak terasa akrab ditelinga calon pembeli. “bagaimana mungkin kami membeli barang yang tidak kami pahami!” begitu mungkin para calon pembeli membatin.

Jangan pernah menjual properti dengan membuat penawaran yang justru membebani konsumen. Tanpa bertemu dengan anda pun, mereka tentu telah memiliki masalah. Hindari perkataan atau perbuatan yang membuat dahi mereka berkerut. Cepat lakukan sesuatu jika anda melihat calon pembeli anda mengerutkan dahinya. Mungkin ada perkataan atau perbuatan anda yang membebani mereka. Segeralah alihkan topik ke hal-hal yang menyenangkan.

Bisakah anda menjual sebuah patung Buddha kecil terbuat dari perunggu dengan harga 25 juta rupiah?Kenapa tidak? Penjual properti yang baik tidak hanya bisa menjual tetapi juga mampu memberi nilai pada properti yang dijualnya. Patung perunggu yang kelihatan usang dan kotor mungkin saja berniai lebih tinggi dari yang terlihat. Coba cari tahu nilai sejarah dari patung itu. Bagaimana dengan asalnya? Apakah patung itu termasuk dalam benda sejarah? Siapakah yang pernah memilikinya?

Kuncinya, cobalah menggali informasi yang lebih dalam tentang properti anda. Lihatlah secara detail, nilai apa yang bisa di blow up dari properti anda?

Apa itu Benefit? Benefit adalah manfaat dari produk yang akan dibeli oleh calon konsumen. Setiap kali mengambil keputusan untuk membeli sesuatu, orang tidak akan berfikir pada produknya namun pada manfaatnya.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *