cash

Tak perlu banyak basa-basi, tak perlu banyak omong, setiap properti yang bagus akan menjual dirinya sendiri. Penjual properti yang merasa yakin dengan properti yang dijualnya, tahu bahwa dengan menawarkan secara berlebihan justru akan membuat konsumen merasa curiga. Biarkanlah properti menjual dirinya sendiri. Anda dapat membantunya dengan mengenalkan properti yang dijual pada orang yang tepat. Siapa orang yang tepat itu? Tentu saja mereka yang membutuhkan. Berhentilah menjual seperti tukang obat!

Dahulu kala, saat manusia belum mengenal uang, mereka selalu memperoleh apa yang dibutuhkan dengan menawarkan sesuatu yang lain. Kita menyebutnya barter. Dalam barter, transaksi dilakukan selalu bernilai setara. Saya memiliki kelapa namun membutuhkan pisang. Saya akan menukarkan kelapa saya dengan orang lain yang memiliki pisang namun membutuhkan kelapa. Simpel, seperti kata philip kholer, “ pertukaran merupakan konsep inti pemasaran”

Kini, di saat sesuatu dinilai dengan uang, kesetaraan transaksi bukan lagi menjadi hal yang mudah terlihat. Nilai uang mungkin telah mengaburkan segalanya. Namun prinsip barter tak pernah berubah : kesetaraan. Penjual dan pembeli memiliki hak yang sama. Menjual properti bukanlah sebuah peperangan yang harus ditaklukkan. Calon pembeli properti bukanlah pihak yang harus dikalahkan dengan bujuk rayu. Penjual properti memiliki sesuatu yang dibutuhkan pembeli, dan pembeli akan menukarkan sesuatu itu dengan sejumlah uang yang mereka nilai layak. Setara, Tak ada alasan untuk merendahkan dan direndahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *