cash

Dalam berinvestasi untuk bisnis, kita perlu mengetahui apa itu BEP, ROI dan PP. Ketiga hal tersebut sering terbolak-balik pengertiannya di kalangan pebisnis. Kadang ada yang menyamakan ROI dengan Profit Margin. Kadang ada yang menyamakan PP dengan BEP. Sebenarnya gimana?

Sebenarnya Break Even Point (BEP) adalah titik impas dimana omzet adalah sama dengan biaya (hpp, operasional, dll). Pada umumnya digunakan dalam proyeksi proyek yang bukan recurrent project dan biasanya disimbolkan dengan omzet (bukan waktu).  Pada titik omzet x rupiah dimana itu adalah total biaya. Sering sekali rancu dengan Payback Period (PP).

Payback Period sendiri adalah kapan modal setara investasi bisa kembali. Sering rancu dgn BEP karena BEP diartikan titik impas, jadi asumsi orang awam bahwa setelah titik impas barulah profit. Biasa disimbolkan dengan jangka waktu.

Sedangkan ROI (Return On Investment) alias tingkat pengembalian atas investasi. Biasanya disimbolkan prosentase. Gampangnya setor modal berapa, dapat uang berapa. Simbolnya sama dengan Profit Margin (PM), sehingga sering rancu antara ROI dan PM. Padahal PM adalah Profit berbanding dengan Omzet. Beda jauh…

Sebenarnya sih tidak masalah dengan penyebutan, yang penting investor Anda paham dan tidak ada konflik ke depannya. Karena kita tahu bedanya bahasa di lapangan dan di dalam teori, sebaiknya ini Anda terapkan dalam proposal profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *