Uang muka ringan? Iya, uang muka beli rumah itu kan diatur oleh pemerintah melalui OJK dituangkan dalam peraturan LTV alias Loan To Value. Jadi uang muka rumah untuk rumah pertama cukup hanya 10% aja dan seterusnya.

Jadi sebenarnya tanpa harus kita utak atik, uang muka standar juga sudah ringan. Tapi namanya pebisnis dan marketing, kita musti kreatif dong. Gimana caranya uang muka jadi lebih ringan. Nah gini caranya

Pertama, kita musti punya anggaran atau budget diskon, hadiah, cash back, subsidi atau bentuk lainnya. Ini mutlak karena ini yang akan digunakan untuk memotong uang muka. Begini hitungannya.

Misalkan harga jual rumah di dalam daftar harga adalah 250 juta. Diskon yang diberikan senilai 10% atau 25 juta dalam bentuk nominal. Dalam perhitungan normal maka :

  • Harga Jual 250.000.000
  • Diskon 25.000.000
  • ——————————– (-)
  • Harga net 225.000.000
  • Uang Muka 22.500.000
  • ——————————– (-)
  • KPR 202.500.000

Nah bagaimana caranya agar uang muka bisa lebih rendah? Adalah dengan cara mengurangkan diskon bukan pada harga, tetapi pada uang muka. Begini perhitungannya .

  • Harga Jual 250.000.000
  • Uang Muka 25.000.000
  • ————————— (-)
  • KPR 225.000.000
  • Uang Muka 25.000.000
  • Diskon 25.000.000
  • ————————— (-)
  • Uang Muka Bersih 0

Sekarang pilih yang mana?

  • Uang muka 25 juta dengan angsuran 2,4 jutaan per bulan selama 15 tahun
  • Uang muka 0 rupiah dengan angsuran 2,7 jutaan per bulan selama 15 tahun

Semua tergantung konsumen, dia milih yang mana.

Categories: Blog Properti

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *