Macet Total Di Padang Mahsyar (Sebuah Renungan di Hari Raya Qurban)

iduladha

Pernahkah kendaraan anda mengalami macet total ketika sedang menempuh perjalanan panjang (saat mudik misalnya) ..? Walau terjebak macet hanya 2-3 jam, bagaimana rasanya..? Apa yang bisa anda lakukan saat macet, kecuali menunggu dan menunggu hingga kemacetan terurai..? Bagaimana jika macetnya belasan bahkan puluhan jam lamanya..? Maju tidak bisa, mundur pun tak kuasa. Diam saja ditempat selama berjam-jam lamanya. Bagaimana perasaan anda..?

Sahabat YBP… Saat ini kaum muslim yang menunaikan ibadah haji sedang berkumpul di padang Arafah. Terkumpul dengan jutaan manusia dalam satu lokasi menjadi satu. Mencoba menghadirkan suasana yaumil mahsyar kelak, saat Allah SWT menghimpun puluhan bahkan ratusan Milyar manusia dalam satu lokasi. Saat kaki tidak bisa bergerak kesana kemari kecuali hanya bisa menunggu dan menunggu giliran, saat amalnya dihisab. Saat itulah gambaran macet total kemungkinan terjadi. Subhanallah..

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

«لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ»

“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan kemana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya”. (HR Tirmidzi dan ad Darimi)

TENTANG HISAB HARTA

Ingatlah saat hari itu tiba. Hisab mengenai harta kita kelak dihari perhitungan dimana tidak ada sedikitpun hitungan-Nya meleset. Peradilan yang adil tanpa ada suap dan gratifikasi. Dua pertanyaan seputar harta kita, dari mana harta tersebut kita peroleh dan dibelanjakan untuk apa. Dan tidak akan bergeser kaki kita berpijak, hingga Allah SWT menanyai kita mengenai hal ini.

  • Darimana asal harta kita..?
  • Darimana asal pembiayaan rumah anda, dari transaksi KPR-kah..?
  • Darimana asal kendaraan anda, dari transaksi leasing-kah..?
  • Darimana modal bisnis anda, dari pinjaman perbankan-kah..?
  • Darimana profit usaha anda, dari bisnis MLM-kah..? Atau dari judi Asuransi-kah..?
  • Darimana penghasilan anda, dari gaji yang menjadi hak anda atau dari korupsi dan manipulasi-kah..?
  • Darimana pendapatan sampingan anda, dari gratifikasi dan suapkah..?
  • Darimana anda yang PNS jika memerlukan pinjaman, dari “menyekolahkan” SK PNS-kah..?
  • Darimana biaya anda pergi berhaji, dari dana talangan hajikah..?

Menjawab satu sisi pertanyaan mengenai darimana perolehan harta kita saja (walau diperoleh dengan jalan halal), mungkin sudah sangat sulit, rumit, berbelit dan perlu waktu lama. Bagaimana pula jika perolehan harta kita dari cara yang bathil dan haram..?

Lantas, jawaban apa yang akan anda persiapkan jika harta anda diperoleh dengan cara yang tidak halal..?

Salam Berkah Berlimpah
Hulu Hilir Halal

@RosyidAziz

Leave a Reply

Required fields are marked*