umr 2

“Berapapun asal UMR mas….”, ujar pria di hadapan saya. Kalimat ini saya dengarkan mungkin sudah ribuan kali, sejak pertama kali saya merekrut karyawan saya hampir dua puluh tahun lalu.

Entah dia paham atau tidak, banyak sekali pria atau wanita di negeri ini, yang meminta “UMR” sebagai imbalan atas kerja 170an jam per bulan yang mereka lakukan dalam sebulannya. Mengapa saya katakan entah paham atau tidak, karena permintaan “UMR” ini diungkapkan oleh pria atau wanita dengan beberapa orang anak.

Padahal, UMR sendiri diperuntukkan bagi pria atau wanita yang masih lajang. Tentu artinya, penghasilan UMR menjadi tidak cukup ketika harus digunakan untuk menghidupi anak-anak atau pasangan yang menjadi tanggungan mereka.

Namun itulah, entah kapan dimulainya, anggapan bahwa mendapatkan “UMR” itu sudah cukup seakan-akan menjadi sebuah asumsi umum yang mewabah dikalangan orang dewasa maupun anak-anak remaja.

“Massive income artinya menghasilkan jauh lebih banyak dari biasanya. Misalnya menghasilkan penghasilan setahun hanya dalam sebulan atau bahkan sehari”, itulah biasanya yang saya ajarkan dibeberapa seminar saya.

Seperti yang saya duga… banyak mata akan menatap dengan tatapan kosong dan perasaan tidak percaya. “Tidak Percaya diri”, persisnya. Terutama ketika mereka saya tantang untuk menghasilkan dua belas kali lipat dalam sebulan. Apalagi mereka harus menghasilkan 365x lipat, alias menghasilkan uang sejumlah penghasilan tahunan mereka hanya dalam satu hari.

“Nah inilah akibat terjebak UMR”, gumam dalam hati.

Begitu banyak orang, menetapkan “standar hidupnya” hanya sebatas UMR. Sehingga jika ada yang menghasilkan belasan bahkan puluhan kali lipat atau ratusan kali lipat dari yang mereka hasilkan, mereka akan menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak masuk akal, sesuatu yang mustahil.

Padahal… Sementara UMR di Jogja adalah sekitar 15 juta per tahun, ada banyak orang yang mendapatkan honor sebagai pembicara sejumlah itu hanya dengan 1-4 jam sebagai pembicara. Atau, ketika UMR di jakarta sekitar 35 juta per tahun saat ini, ada banyak orang yang mendapatkan honor sejumlah itu hanya dalam satu hari pekerjaan atau bisnis mereka.

Maksudnya? Ketika kita, mau keluar dari jebakan dan batasan mental bernama “UMR” , kita akan segera menemukan banyak cara, untuk mendapatkan penghasilan setahun hanya dengan sehari atau seminggu bekerja saja.

Satu hal yang saya percaya hingga hari ini adalah: Tuhan telah menganugerahkan KECERDASAN LUAR BIASA kepada kita, hanya perlu kita MANFAATKAN secara KREATIF saja, agar ia melampaui jauh dari BATAS-BATAS MENTAL yang telah kita temukan dan ciptakan sendiri.

Sebelum berusaha MERETAS BANYAK BELENGGU mental yang lainnya… Sudahkah anda melewati BATAS MENTAL mengenai INCOME anda hari ini?  Sudahkah anda berupaya dan meyakini bahwa anda bisa MENGUBAH income TAHUNAN bisa menjadi INCOME BULANAN bahkan HARIAN anda?

Jika anda mempercayainya… Maka tidak ada GUNUNG YANG TERLALU TINGGI untuk didaki..
Tidak ada laut yang terlalu LUAS untuk diseberangi… Jangan lagi mau… terjebak dengan UMR atau berapapun angka yang terima hari ini…, anda masih bisa melipatgandakannya… Bukankah anda Setuju?

Salam Hebat
Putu Putrayasa
Pemimpin Umum Harian BERNAS
www.putuputrayasa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *