Tips Membangun Kota dari Ibnu Khaldun

kota ibnu khaldun

Ibnu Khaldun adalah seorang Cendekiawan Muslim diabad pertengahan, yang menguasai berbagai disiplin ilmu. Bahkan seorang pendiri Facebook, Mark Zuckenberg mengatakan, bahwa buku karya Ibnu Khaldun “Mukadimah” , sebagai salah satu karya yang wajib dibaca oleh semua orang.

Dalam kesempatan kali ini, saya mencoba meringkas pendapat beliau, di salah satu bab bukunya yang fenomenal  “Mukadimah” , mengenai hal yang harus diperhatikan dalam membangun sebuah kota. Berikut ringkasannya :

  1. Rumah Dibangun Ditempat Yang Kokoh

Untuk menghindari ancaman bahaya, di sekeliling rumah-rumah perlu dibuat dinding tembok dan menempatkan sebuah kota pada tempat yang kokoh. Ketika tempat tinggal dan menetap itu telah ada, maka harus diperhatikan usaha-usaha untuk menghindarkan bahaya, dengan membuat perlindungan dari berbagai ancaman, dan usaha-usaha untuk menggali potensi-potensi serta kemudahan fasiltas-fasiltas lainnya.

  1. Perhatikan Kebersihan Udara

Salah satu yang harus diperhatikan untuk menghindari berbagai musibah alam, adalah kebersihan udara. Kota atau wilayah yang tidak memperhatikan kebersihan udara , akan banyak mendatangkan penyakit. Ibnu Khaldun mencontohkan, seperti yang terjadi di Qabis wilayah di Maghrib, Afrika.  Awalnya orang awam disana menyangka, bahwa penyakit demam yang timbul, karena sebuah mantra di suatu wadah, tetapi kenyataannya tidak demikian. Itu lebih dikarenakan sirkulasi dan kebersihan udara tidak diperhatikan, yang mengakibatkan udara tidak bergerak dan mudah membawa bau yang berakibat timbulnya penyakit.

  1. Fasilitas Untuk Hewan Ternak

Hal lain yang harus diperhatikan juga, berupa fasilitas untuk hewan ternak. Apabila ada tempat untuk pengembalaan hewan ternak, maka harus dekat dan baik kondisinya, itu lebih bermanfaat bagi penduduk, karena bisa terhindar dari kesulitan apabila jauh darinya. Fasilitas hewan ternak disini bukan hanya untuk di ambil daging atau susunya, tetapi juga sebagai alat transportasi di kala itu.

  1. Ketersediaan Air

Suatu kota harus berada  dekat sungai, atau disana terdapat mata air tawar yang melimpah. Ketersediaan air yang dekat memudahkan penduduk memenuhi kebutuhan air, karena air merupakan kebutuhan tak terhindarkan dan merupakan kebutuhan pokok. Bagi mereka ketersediaan air merupakan manfaat besar dan menyeluruh.

  1. Dekat Dengan Tempat Bercocok Tanam

Apabila area tempat bercocok tanam seperti persawahan atau perkebunan letaknya dekat, maka lebih mudah dikelola dan diambil manfaatnya.  Salah satu yang harus diperhatikan juga adalah keberadaan pohon, yang digunakan sebagai bahan kayu bakar (pada masa itu) dan bisa sebagai bahan bangunan untuk membangun rumah.

Terkadang perlu diperhatikan dekatnya jarak dengan laut, supaya dapat menjangkau kebutuhan-kebutuhan terhadap daerah terpencil, dari negeri-negeri yang jauh. Akan tetapi, hal itu bukanlah kebutuhan tingkat pertama.

 

Menurut Ibnu Khaldun yang lahir di Tunisia pada tahun 1332 yang juga Guru Besar di Universitas Al Azhar, Kairo. Semua hal tersebut diatas bisa berbeda satu dengan lainnya, sesuai dengan perbedaan tingkat kebutuhan pokok kota yang bersangkutan.

Kota-kota yang tidak memperhatikan hal-hal alami seperti air, persawahan (tempat bercocok tanam), pohon, dan fasilitas-fasilitas untuk hewan ternak, lebih cepat mengalami kehancuran dibandingkan yang lainnya.

Kalau ingin pembangunan sebuah kota itu berhasil dan sukses sesuai dengan kriteria diatas, Ibnu Khaldun menyarankan. “Jika Kerajaan atau Negeri itu besar dan luas kekuasaannya, maka dikumpulkanlah para pekerja, dan menghimpun para ahli-ahli dari seluruh negeri untuk saling berkerjasama, serta menggunakan alat-alat yang cakap untuk memudahkan pekerjaan pembangunan kota”.

Demikan, semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Salam

Arief Budiyanto-AriefBudiyanto.com

Comments

  1. Inspiratif…. Dan sebuah prinsip yang bisa kita gunakan dalam membangun apapun… termasuk membangun bisnis..

Leave a Reply

Required fields are marked*