Punya Properti, tapi “LDR” Kenapa Tidak ?

Hubungan jarak jauh atau long distance relationship sering disingkat “LDR”, bukan hanya berlaku di hubungan percintaan saja, tapi berlaku juga di bidang properti.  Properti yang kita miliki mungkin saja berada di Jogya, Medan, Surabaya, atau daerah lainnya, sementara si empunya berada di Jakarta misalnya.  

Salah satu sifat dasar properti seperti tanah, rumah, ataupun apartemen adalah tetap, atau tidak berpindah lokasi. Jadi tidak perlu khawatir, properti yang kita miliki “kabur” atau berpindah, apalagi didukung dengan adanya  status legalitas yang jelas seperti sertifikat.

Berikut tips sederhana, bagi yang mempunyai properti “LDR” atau yang  jauh nan disana :

  1. Segera Tingkatkan Status Kepemilikan

Bagi yang beli properti belum bersertifikat, segera ditingkatkan. Beberapa daerah di Indonesia,  masih banyak tanah yang bersatus girik dan ajb. Untuk pembelian rumah atau apartemen, hal ini bisa dikesampingkan, karena pada umumnya rumah atau apartemen yang dibeli sudah bersertifikat hak milik atau HGB.

  1. Berikan Batas yang Jelas

Khusus untuk pembelian lahan, sebaiknya langsung diberikan batas yang jelas. Bisa berbentuk patok atau pagar permanen, tujuannya agar tidak ada sengketa batas kepemilikan, karena posisi kita yang tidak bisa memantau lahan setiap saat.

  1. Disewakan

Hal ini banyak dilakukan oleh para pemilik properti yang bertujuan investasi, selain mendapatkan keuntungan dari harga sewa, properti yang dimiliki ada yang merawat atau menjaga. Contohnya menyewakan unit apartemen/rumah, menyewakan lahan kosong untuk tempat usaha, bahkan  ada yang disewakan sebagai lahan garapan perkebunan.

  1. Gunakan Agen Properti Profesional

Apabila ada rencana ingin menjual properti yang dimiliki, sebaiknya menggunakan agen properti profesional. Hal tersebut dapat menghemat waktu dan jarak, jikalau ada calon konsumen yang ingin survey tiba-tiba. Selain itu, agen properti setempat, lebih paham dengan kondisi pasar di daerahnya.  Diharapkan propeti yang ingin kita dijual, bisa mendapatkan harga atau penawaran terbaik.

  1. Manfaatkan Teknologi

Selalu perbarui informasi properti yang kita beli, misalnya minta sales properti  untuk mengirimkan progress pembangunan via email, atau jejaring sosial lainnya, apabila rumah/apartemen yang kita beli melalui skema inden. Atau kita bisa, mengetahui harga properti pesaing terbaru di tempat yang jauh disana, melalui market place yang tersebar di internet.

Nah, setelah tau tips diatas,tak perlu ragu lagi membeli properti yang lokasinya jauh dari tempat tinggal kita sekarang, kalau memang bagus dari segi investasi dan lokasi kenapa tidak ?.

Salam

Arief Budiyanto-AriefBudiyanto.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *