Pengetahuan Sopir

pandagnan sopir

Dikisahkan seorang Profesor peraih Nobel bertukar peran dengan sopir pribadinya karena bosan dengan status yang diembannya sebagai salah satu ilmuwan terkemuka  di atas bumi ini.

Suatu hari yang cerah di Munchen, Sang Profesor diundang untuk memberikan seminar Matematika bagi para akedemisi yang tak kalah terkemukanya. Sebelum memasuki ruang seminar ia meminta bertukar peran dengan sopir pribadinya. Sang Profesor menjadi sopir, sang Sopir menjadi Profesor. Waktunya tiba maka masuklah sang Sopir yang menyaru sebagai Profesor ke ruang kuliah.

Pada sesi tanya jawab, salah seorang peserta seminar yang juga adalah Guru Besar bertanya tentang sebuah teori prospek yang sungguh rumit. Sang sopir yang menyaru menjawab sambil tersenyum kocak; “Saya tak menyangka di negeri yang menjadi salah satu kiblat ilmu pengetahuan dunia ini masih menanyakan sebuah hal yang amat sederhana seperti ini, untuk itu biar Sopir saya saja yang menjawabnya”.  Singkat kata, sang Profesor yang menyaru sebagai sopirlah kemudian menjawabnya dengan jawaban yang amat sangat mengagumkan.

Apa hikmah dari cerita ini?. Seringkali kita manusia terkesima dengan pengetahuan sopir ini yang tentu saja diperankan oleh seorang sopir. Sebaliknya sangat mudah kita meremehkan pengetahuan sejati yang tentunya berasal dari seorang yang sesungguhnya mengetahui tetapi sayang berpenampilan sopir. Itulah mengapa buku-buku pengembangan diri, motivasi dan Pseudo Science lebih menarik daripada buku-buku ilmiah atau pop ilmiah yang sesungguhnya lebih mengandung kebenaran.

Pebisnis sangat rawan terkena efek ini. Seringkali pebisnis mendewakan pengetahuan bisnis mereka bahkan acapkali dibumbuhi dengan cerita akan kehebatan mereka dalam memimpin. Tentu saja keterampilan memimpin dibutuhkan dalam organisasi tetapi tidak secara kritis. Hampir semua orang dapat memimpin dalam kadar tertentu setelah dipoles dengan segala macam judul buku tentang teori kepemimpinan. Jika mereka berhasil memimpin maka itu tidak lebih dari sebuah keberuntungan. Ini contoh bagus dari pengetahuan sopir.

Di sudut yang jauh dan sepi ada tukang pipa, tukang ledeng, tukang bangunan yang justru benar-benar ahli dalam pekerjaan mereka. Mereka hidup dalam kesunyian tanpa pujian dan tepuk tangan. Tetapi mereka yang benar-benar menggenggam pengetahuan dan keterampilan sejati.

Bagaimana dengan anda? Saran saya lebih baik bagi anda menyaru saja sebagai sopir walaupun anda adalah seorang profesor. Selebihnya hormatilah tukang ledeng anda, dan tertawakanlah keberhasilan pelawak finansial anda. Salam

Adi haryadi| www.nDalemgroup.com

Comments

  1. Wah pagi ini saya mendapatkan pencerahan yg luar biasa. Trmksh coach.

Leave a Reply

Required fields are marked*