KREDIT BANK

Kemana-mana bisnis seolah tidak pernah lepas dari kata hutang. Baik hutang bisnis itu sendiri, misal pembelian material, kontrak kerja dll. Atau hutang yang diperoleh dari bank. Hutang bisa menjadi teman, terkadang bisa menjadi musuh. Nah simak 9 akibat hutang yang bisa membuat bisnis ambruk sebagai berikut :

  1. Pada medio beberapa waktu lalu, banyak dikenal istilah cash back dalam hutang. Biasanya memanfaatkan sarana KPR (kredit pemilikan rumah) dengan mengambil hutang KPR lebih tinggi dari pada yang seharusnya dibayarkan ke pemilik rumah. Misal harga rumah 100 juta, tapi mendapatkan KPR 150 juta. Sehingga memperoleh selisih 50 juta. Dan selisih ini digunakan untuk bisnis. Angsuran KPR pasti, bisnisnya tidak pasti.
  2. Refinance aset, dibelikan aset lagi, berbasis hutang. Model ini adalah memanfaatkan aset yang ada untuk menjadi agunan di bank. Dan hasilnya digunakan untuk membeli aset baru. Parahnya aset baru ini dibeli dengan berbasis hutang lagi.
  3. Refinance aset untuk modal bisnis yg belum pasti/mapan. Sama dengan pola kedua tapi penggunaan sama dengan pola pertama yakni hasil hutang digunakan untuk bisnis yang belum pasti.
  4. Ambil profit di depan untuk dibelikan aset berbasis hutang. Profit yang diambil di depan sebenarnya masih dalam berupa proyeksi yang diuangkan, artinya angka profit belum pasti sebenarnya. Namun diambil dan digunakan untuk membeli aset, dan aset yang dibeli juga menggunakan instrumen hutang.
  5. Dapat hutang tapi digunakan untuk istri/suami “simpanan”
  6. Gali lubang tutup lubang alias dapat hutang untuk menutuo hutang sebelumyna
  7. Dapat hutang dari bank tetapi uangnya digunakan oleh orang lain dan orang lain itu kabur tanpa kejelasan.
  8. Biasa terjadi di dunia konstruksi, memperoleh hutang, digunakan untuk menjalankan kontrak yang sebelumnya diperoleh, tapi si pemberi kontrak tidak kunjung membayar karena sesuatu hal alias gagal bayar.
  9. Terjadi salah analisa dalam bisnis atau pasar sedang mengalami kelesuan sehingga mengalami penurunan penjualan dari yang ditargetkan.

Anda mengalami? Anda mau menambahkan? Silahkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *