Bagaimana Sistem Bagi Hasil Bisnis Developer Properti?

Bagaimana Sistem Bagi Hasil Bisnis Developer Properti

Pertanyaan datang dari Saudari Ratu Alghani dari Balikpapan di group WhatsApp area SumKalSul (Sumatera Kalimanatan Sulawesi). Berikut pertanyaannya : Halo bagaimana yach sistem kerja sama perumahan, Bagi hasil dengan pemilik tanah atau pemilik tanah untuk bisnis tanah kaplingan?

Sebelumnya perlu diketahui bahwa bisnis developer properti dari sisi permodalan yang paling pokok adalah modal awal (start up capital) dan modal tanah (modal untuk akuisisi tanah). Dilihat dari sisi pengelolaan modal dibagi menjadi 2 sisi penting yakni 1) developer, yang mengelola modal, 2) investor, yang memberikan modal. Investor sendiri dibagi menjadi 2 sisi yakni 1) pemilik tanah dan 2) pemilik uang.

 

Lihat gambar berikut :

BAGI HASIL

Akan mudah dipahami dengan contoh kasus sebagai berikut. Lahan seluas 400m2 dengan harga 400 juta. Dibutuhkan modal awal 100jt. Developer tidak mengeluarkan modal, tapi menggandeng mitra investor pemilik modal. Lahan 400 m2 juga diperoleh dengan model kerjasama bagi hasil. Meski kerjasama, maka nilai tanah dihitung sebagai investasi si pemilik tanah. Maka total modal adalah 500 juta.

Maka dari contoh kasus di atas, maka DEVELOPER : INVESTOR = DEVELOPER : PEMILIK TANAH : PEMILIK UANG. Maka perhitungan bagi hasilnya menjadi developer dengan skillnya mendapat bagi hasil 50%. Pemilik tanah dengan luas investasi tanahnya 400jt mendapat bagi hasil 40%. Pemilik uang dengan uangnya 100jt  mendapat bagi hasil 10%.

Bagaimana bila developer juga adalah pemilik uang. Maka DEVELOPER (SKILL) : PEMILIK TANAH : DEVELOPER (UANG). Skill developer tetap dihargai 50%, sedangkan pada sisi permodalan developer, diberikan bagi hasil 10% sesuai porsi contoh di atas. Maka DEVELOPER : PEMILIK TANAH = 60:40.

Apakah angka-angka itu negotiable? Ya tentu, bisnis itu negosiasi, setiap angka di dalamnya adalah negotiable. Semoga bisa menjawab dengan jelas.

Comments

  1. Pada kenyataannya si developer dapat jatah bagi hasilnya lebih sedikit, karena berbagai faktor
    – investornya developer juga, jd sudah faham cara kerja developer
    – si developer masih pemula, jd dianggap masih belum ekspert
    – investor merupakan joint venture, sehingga perlu bagi hasil yang lebih besar
    dan menurut saya, modal tanah tidak bisa di samakan dgn modal uang, karena nilai nya berbeda, penggunaannya dan resikonya juga berbeda, untuk pemodal, resiko nya lebih besar, karena dana nya dipakai diawal tanpa ada sedikitpun jaminan dari apapun (meskipun ada garansi klo ada apa2 uang yg masuk akan dikonversikan dlm bentuk tanah)

    Sedangkan pemilik tanah resiko nya lebih kecil karena sertipikat dan nama nya belum di pindahkan ke a.n siapapun sampai nanti laku kpd konsumen

    Jd pada akhirnya bisa jadi porsinya malah si developer dan pemilik tanah porsi bagi hasilnya lebih kecil dari investor, karena investor itu kebanyakan juga ikut mengurusi proyeknya, tidak dilepas begitu aja…

    Mungkin itu sedikit sharing dari saya, trims
    http://www.arsiteklingga.com

  2. Mungkin kalau ingin fair, bisa pakai yg sperti ini,,
    Asumsi kasus :

    Kerjasama antara developer, pemilik lahan, dan investor.

    Nilai lahan : 500jt…… modal pemilik lahan
    Investor : 600jt (uang utk perijinan, operasional, dan utk bangun rumah contoh misal)
    Konstruksi : 2 M

    Maka total HPP = 500jt + 600jt + 2M = 3,1Milyar

    Dsini kita anggap nilai diatas sbg persentase bagi hasil masing2 pihak berbanding dgn HPP total
    Jadi,
    Pemilik lahan: 500jt/3,1M x 100% = 16%
    Investor : 600jt/3,1M x 100% = 19%
    Pengembang : 2M/3,1M x 100% = 65%

    Cara ini dgn asumsi pengembang memakai atau mengelola uang dr investor utk proses operasional proyek, dan jg mengelola uang dr konsumen utk pembangunan selanjutnya. Developer kan sbg pengelola hehe

    Jd kita bs transparan ke investor atau pemilik lahan dan bs secara jelas sekaligus transparan memberitahu para pihak dari mana nilai persentase bagi hasil proyek tersebut. .

    Ini hny contoh sederhana, silahkan diutak atik sendiri sesuai kebutuhan. Sya mohon maaf jika ada kekurangan atau kesalahan 🙂

  3. maaf saya mau nanya, persentase itu biasanya di share atas laba atau atas pendapatan? saya menemui kasus bagi hasil dibagi atas dasar pendapatan yg diterima (harga jual)… gimana menurut bapak?

  4. Butuh ilmu pak untuk investasi lahan yg akan didirikan klinik rawat inap
    Pemilik lahan tidak berminat menjual, namun untuk kerja sama pemilik mau. Bagai mana mekanisme pembagian hasilnya?. Mihon maaf diluar kontek bisnis property

  5. adakah develop di situss ini…sya ada lahan tambun bekasi LT : 1.1ha shm komplek prumahan pada kompas bekasi….jika ada develop yang mau kerja sama hub : mantri wa 0853 1181 4304 segera pumpung belum lad yang deal

    1. Boleh pak sumantry untuk lahan yang di tambun kontak ke saya Ray realty Indonesia ke 08170161803/081210111925

  6. dijual Cash/Kredit…!!hanya 500rban/bln, kavlingan Tanah Lokasi Lampung Selatan Kec.Natar 1 Km dari batas Bandara Branti dan 1/2 Km dari jalan Toll Sumatera, luas tanah Kav Min 150m2. Legalitas Tanah Aman sudah SHM, tersedia 50 Kav lagi….hub 081279414833. https://www.google.co.id/maps/@-5.2500443,105.1991418,383m/data=!3m1!1e3?hl=id

Leave a Reply

Required fields are marked*