7 Alasan Properti Kita Sulit Terjual

marketing, solusi marketing, solusi perumahan, propyek perumahan, bisnis properti, aryo dipinegoro, saputra wijaya, bisnis properti, investasi properti

Menjual properti bisa dikatakan susah-susah gampang. Kadang sangat sulit, tetapi banyak juga yang dengan mudah bisa melakukannya. Saat ini kita bisa menjual properti dengan mudah, bisa jadi lain waktu malah sangat sulit. Nah, daripada berputar-putar dan justru bingung, jika hingga menjelang Idul Fitri ini properti kita belum kunjung laku, daftar alasan berikut kiranya layak dicermati untuk dihindari.

1. Harga terlampau tinggi

Sebelum menentukan harga jual properti, ada baiknya kita melakukan minimal riset kecil guna mengetahui harga pasar setempat untuk properti sejenis. Ingat bahwa konsumen mungkin memiliki produk pembanding.

2. Miskin promosi atau promosi tidak tepat sasaran

Promosi untuk menjual properti baik primary maupun secondary sebagaimana dalam bisnis lain tentu perlu. Medianya banyak bisa dengan spanduk, iklan online, brosur, iklan koran, dan sebagainya. Lakukan promosi dan sesuaikan dengan target pasar properti kita.

3. Fisik bangunan kurang baik

Seeing is believing. Fisik bangunan yang kurang baik bisa mengurangi minat orang untuk membeli. Sekadar membersihkan bangunan atau mengecat dinding bisa mendongkrak tampilan bangunan dengan biaya relatif murah.

4. Menghindari perantara

Salah satu hal yang bisa membuat properti lebih mudah terjual adalah penyebarluasan informasi terkait. Broker atau perantara penjualan properti dengan jaringan yang dimiliki akan sangat membantu kita dalam hal ini. Jika khawatir kerepotan atau bahkan “masalah”, kita bisa memilih Agen Properti yang sudah terpercaya. Kesediaan bekerjasama dan berbagi bisa jadi akan memudahkan penjualan kita.

5. Tidak menyediakan waktu untuk melayani calon pembeli

Jika serius ingin menjual properti, terlebih dalam waktu yang relatif cepat, sediakan waktu untuk melayani calon pembeli. Mengadakan open house atau menemani calon pembeli yang akan mengunjungi lokasi adalah konsekuensi.

6. Tidak kooperatif dengan calon pembeli

Properti adalah produk dengan nilai yang besar. Untuk mengambil keputusan, calon pembeli umumnya butuh informasi yang sangat rinci juga waktu untuk menimbang. Bersikap kooperatif akan membantu calon pembeli juga akan memberikan kesan positif yang mungkin mempercepat penjualan.

7. Skema pembayaran yang sulit

Banyak pilihan skema pembayaran dalam transaksi properti. Skema transaksi perlu mengakomodasi baik keinginan penjual maupun pembeli. Fleksibilitas dalam hal ini bisa menentukan hasil akhir dari rangkaian tahapan penjualan.

Selain 7 hal di atas, faktor invisible hand tentunya juga berperan. Terapkan pula langkah langitan untuk mendorong penjualan kita. Wawasan terkait bisa kita peroleh di sini.

Semoga bermanfaat.

(Zidni Ilman)

Comments

  1. Like

  2. Alasan paling sering itu karena harga gan
    Pembeli maunya harga rumah murah trus ada cash back nya juga
    Makasi ya gan buat artikelnya

Leave a Reply

Required fields are marked*