rjtw depan2

Mungkin bagi sebagian orang sudah mengenal namanya transaksi flip. Teknik flip ini sebenarnya umum dalam bisnis properti. Bahkan seorang developerpun pada dasarnya menggunakan teknik flip. Flipper adalah sebutan bagi pelaku transaksi flip.

Cara ini yang sering dibilang bisnis properti tanpa modal, bahkan masuk dalam salah satu strategi beli properti tanpa duit.

Oke. Prinsip dasar bisnis adalah BUY LOW, SELL HIGH. Ini juga prinsip dasar Teknik Flip. Anda “membeli” properti yang murah dan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Tentu saja kita musti tahu mana properti yang murah atau di bawah harga pasar.

Bedanya dengan broker adalah jika FLIPPER (sebutan bagi para pemain FLIP) memperoleh pendapatan berupa Margin alias selisih Harga Beli dengan Harga Jual. Sedangkan seorang BROKER hanya memperoleh fee/komisi penjualan.

Bagaimana caranya menjadi FLIPPER? Ikuti petunjuk berikut

LISTING | Carilah data properti dijual. Data ini bisa anda peroleh di media iklan koran, internet dll. Anda menawar properti yang akan Anda beli dengan strategi bayar mundur atau naikkan harga. Misalkan saja Anda membeli properti dengan tempo bayar 1 bulan. Anda cukup DP 1jt atau berapapun dan mengikatnya dalam perjanjian Pendahuluan Jual Beli atau biasa dikenal AJB belum lunas.

Anda bisa melakukan teknik flip ini terhadap tanah kosong, hotel, kost2an, perumahan, mall, toko, ruko, kantor dll.

POSTING | Siapkan media promosi untuk menempatkan barang dagangan properti Anda. Anda bisa menggunakan FACEBOOK, Twitter, Website, Blog, Multiply, Iklan koran, Spanduk dll. Jangan lupa berikan program yang menarik untuk menarik pembeli.

SELLING | Well, saatnya menjual.

Nah, untuk meningkatkan nilai jual dari properti tersebut maka perhatikan 3 hal berikut :

  • Undervalue | Properti tersebut tidak perlu anda lakukan makeover tapi anda bisa mendapatkan margin apabila properti yang Anda flip adalah properti undervalue atau nilainya di bawah harga pasar.
  • Make Over | Properti yang Anda flip perlu dilakukan make over. Terdapat ratusan cara make over namun paling umum adalah (1) mengganti cat, (2) mengganti genteng, (3) merubah tampak/fasad, (4) menambah ruang, (5) merenovasi bagan-bagan yang usang.
  • Value Added | Properti yang Anda flip berilah nilai tambah. Misalkan saja, (1) Uang muka kecil bahkan nol, (2) Dibayar mundur, (3) Mendapatkan hadiah, (4) Memperoleh diskon, (5) Beri cashback

Woila, mudah bukan?

Sudah SUKSES jadi FLIPPER? Bagi ceritamu di kolom KOMENTAR ya!

Mari Membangun Indonesia dengan Properti dan Menguasai Dunia dengan Media. Join us di milist http://finance.groups.yahoo.com/group/yukbisnisproperti/.

15 thoughts on “Strategi Transaksi Flip dalam Bisnis Properti

  1. Sekedar masukan

    Dalam hukum Islam, tidak boleh menjual barang yang belum sepenuhnya menjadi miliknya. Hadits Hakim bin Hizam. Ia berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ““Wahai Rasulullah, seseorang mendatangiku lantas ia menginginkan dariku menjual barang yang bukan milikku. Apakah aku harus membelikan untuknya dari pasar?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah engkau menjual barang yang bukan milikmu.” (HR. Abu Daud no. 3503, An Nasai no. 4613, At Tirmidzi)”

    Diantara salah satu bentuk dari menjual barang yang belum menjadi milik kita ialah menjual barang yang BELUM sepenuhnya diserahterimakan kepada kita, walaupun barang itu telah kita beli secara LUNAS (lalu bagaimana yg belum lunas ???). Larangan (pengharaman) ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
    “Dari sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu ia menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa yang membeli bahan makanan, maka janganlah ia menjualnya kembali hingga ia selesai menerimanya. Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu berkata, “Dan saya berpendapat bahwa segala sesuatu hukumnya seperti bahan makanan” (Riwayat al-Bukhari hadits no 2132 dan Muslim hadits no. 3915)

    Hikmahnya seperti yang dinyatakan oleh Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu ketika muridnya yaitu Thawus mempertanyakan sebab larangan ini:

    “Saya bertanya kepada Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu ‘Bagaimana kok demikian?’ Ia menjawab, ‘Itu karena sebenarnya yang terjadi adalah menjual dirham dengan dirham, sedangkan bahan makanannya ditunda” (Riwayat al-Bukhori hadits no. 2132 dan Muslim hadits no. 3916)

    Maka yang lebih “AMAN” / “HALAL” adalah broker….
    Sedikit tapi Barokah adalah lebih baik daripada banyak tapi tidak barokah.

    Semoga bermanfaat untuk para pelaku usaha berbasis syariah…..
    mencari KEBENARAN berbeda dengan mencari PEMBENARAN

    Salam Sukses dan Berkah

  2. keliatannnya memang gurih,tp terkesan licik y.mengakali pemilik yg lama,pantas jika dilarang oleh Rasul.pengalaman sy membeli mirip flipper,tp dibeli penuh.tdk skedar uang muka saja.tentunya dgn modal yg lbh besar.untuk properti yg murah,mgkn sgt susah dicri di kota besar.semoga keberkahan menaungi kita semua

  3. Gitu Ya Mas.. Mkasih Atas Pencerahannya. Semoga Allah menjauhkan kita dari hal-hal yang Syubhat, apalagi yang Haram.. Amiin..

  4. Transaksi flip seperti diatas apakah diijinkan oleh pemilik? krn belum lunas sudah ditawarkan ke pihak lain, di make over. Jika tidak laku dalam hitungan 1 bulan sesuai perjanjian AJB berarti uang muka hilang.

  5. Assalamualaikum Wr. Wb,

    Perkenankan pada kesempatan ini saya bertanya pada Abah e- ihsan. Saya sepakat sepenuhnya pada keterangan saudara, karena memang itu dilarang oleh Rasulullah. Namun ada yang saya tanyakan lagi. Bagaimana apabila kita membeli rumah, dengan perjanjian dibayar lunas misalnya 1 bulan kemudian, tanpa tanda jadi, tanpa DP, dan penjualnya setuju, kemudian dibuat perjanjian perikatan jual beli. Nah dalam tempo 1 bulan tersebut kita menyewakan rumah kepada seseorang, sedangkan uang hasil sewa tersebut digunakan untuk membayar pelunasan properti tersebut. Apakah hal ini dibenarkan dalam Islam?

    Terima Kasih. Wassalamualaikum Wr. Wb.

  6. Artikel Bagus…. Comment juga bagus2 dan mencerahkan…

    Saya punya kasus seperti di bawah ini, bagaimana hukumnya…
    Sebagai agen properti kami sering diminta bantuan untuk jual rumah, bahkan ada beberapa yang harga murah, namun karena kondisi properti kurang layak, akhirnya sulit terjual…
    Lalu sebagai solusi kami tawarkan pemilik rumah untuk bekerja sama dengan kami. Kami yang melakukan renovasi atas rumah yang dia punya.. kemudian kita jual lagi rumah tersebut dengan harga lebih tinggi, karena ada biaya renovasi dan ada keuntungan lebih (margin) menjadi keuntungan kami yang merenovasi..
    Untuk memberikan kepastian kepada pemilik rumah, apabila dalam waktu tertentu (dalam kasus kami tersebut 6 bulan) kalo ternyata properti tersebut tidak laku, maka akan kami beli (lunasi),
    Gun memberikan kepastian terhadap pemili kami memberikan uang muka (DP) sebelum renovasi..

    Mohon Petunjuk bagaimana dengan kasus seperti ini… Hukumnya seperti apa?? karena kalo dijual apa adanya obyek tersebut tidak laku-laku, kalo direnovasi dulu pemilik tidak ada dana… Niat kami mencari sebuah solusi yang win-win solution buat semua.. Trimakasih

  7. yang membedakan fliper dengan broker, menurut sy di pengakuan, klo broker menjual an pemilik rumah, klo fliper diakui sebagai miliknya, ini yg dilarang oleh rasulullah spt penjelasan ust. abah-e ihsan diatas. Mungkin ini sekaligus menjawab pertanyaan Mas Nuri hendra. wallahualam

  8. Permasalahan utama Investasi Properti adalah keterbatasan dana, termasuk dgn cara Flip Properti ini. Namun dengan sistem Sertifikat Bersama di Piramidaz, anda dpt membeli properti tersebut secara PATUNGAN atau URUNAN, info selanjutnya untuk Properti murah, Legal dan Resmi dengan 
    Sistem Sertifikat Bersama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *