Mensikapi Bad Employee

agen properti 3

Bagaimana mensikapi bad employee di kantor anda? Tipikal karyawan yang negatif, suka menghasut memfitnah dsb. Menurut apa yang sering saya lihat, hampir semua perusahaan tidak kecil dan tidak besar memiliki karyawan bertipikal bad employee. Tentu ada juga karyawan tipikal good employee, bekerja dengan sepenuh hati, profesional karena panggilan hati, ga neko-neko.

Anda tentu tak bisa bayangkan jika dua kutub mata angin ini bercampur didalam satu wadah?. Yang terjadi adalah demikian; bad employee akan berusaha menjadi teman yang baik bagi good employee, dan kemudian secara perlahan-lahan merubah good employee manjadi bad employee. Dijamin demikian modus operandinya!.

Bagaimana anda menyikapinya?. Memanggil keduanya; menasehatinya dan memberikan ultimatum!.  Menyelesaikan masalah?. Jawabannya tidak. Karena anda mendekatkan persoalan dengan menggunakan pendekatan emosional atau politik. Saran saya segeralah buat sistem manajemen yang terukur. Namun ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Cara yang paling ampuh adalah pilih sistem manajemen yang sudah dikenal mampu memberikan solusi dalam penguatan internal organisasi. Yang anda perlukan adalah sistem manajemen yang terukur serta rasional. Rasional dalam mengambil keputusan manajemen diperlukan anda sehingga anda tidak terjebak perasaan anda sendiri.

Rasionalitas manajemen membuat anda tidak perduli apakah dia istri, adik ipar, sepupu atau bahkan sahabat kecuali anda menghendakinya lain. Anda butuh sistem manajemen yang memiliki sistem monitoring dan evaluasi yang mendalam mengukur kinerja karyawan. Sehingga anda menembak sasaran dengan benar, bahkan memecatpun dengan sistem (baca: benar). Salam

Adi haryadi| www.nDalemgroup.com

Comments

  1. System monitoring dan evaluasi terhadap kinerja karyawan dengan membuat Key Performence Indikator (KPI) dengan KPI maka management punya system yang terukur dan terdata. Penilaian terhadap karyawan tidak bisa hanya dari laporan manager atau chief2nya dengan laporan (ABS) asal bapak senang. KPI mencatat kinerja karyawan dalam menjalankan tugasnya baik harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Dari sini pihak management akan mendapat hasil berupa persentase hasil kerja karyawan terhadap pekerjaannya, didukung data-data. Berupa waktu pengerjaan tugas hingga selesainya tugas tepat waktu atau terlambat diluar schedulenya. Laporan KPI tersebut dibuat oleh karyawan sendiri didiskusikan bersama atasannya langsung dan atasannya lagi jika ada. sehingga tidak bisa dimanipulasi oleh siapapun. Didalam KPI ada 1.Area Kerja Utama dengan Bobot persentase, 2.Indikator Keberhasilan dengan Target, 3.Realisasi Akhir Tahun dengan Skor masing-masing dan skor Akhir Tahun, sehingga penilaian akhir terhadap karyawan bisa digunakan untuk promosi jabatan karyawan tersebut.

Leave a Reply

Required fields are marked*