Bisnis Disekitar Fasilitas Umum (Stasiun Kereta) , Bisnis Parkiran Stasiun

Bisnis Parkiran

Fasilitas Umum selalu menjadi nilai tambah (Value Added) bagi Properti, menjadi pertimbangan pembeli dan mempengaruhi harga jual dari Properti.  Secara sederhana kita memandang Fasilitas umum itu hanyalah hal biasa dan hanya menjadi tempat untuk melayani masyarakat, namun bila kita melihat dengan sisi Bisnis, banyak sekali bisnis yang bisa kita garap dari fasilitas umum ini, pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai bisnis di kisaran Stasiun kereta, lebih tepatnya bisnis Parkiran Stasiun.

Sering kali kita jumpai disekeliling kita, Parkiran menjadi hal yang biasa pada Jaman sekarang ini. Ketika kita ingin berbelanja, menuju fasilitas Umum, Menghadiri Meeting, maupun segala aktifitas publik lainnya. Hal ini menjadi Lumrah karena terjadi di kegiatan kita sehari hari,  dan tanpa Kita sadari apabila kita merinci pengeluaran bulanan jumlah biaya parkir yang kita bayarkan di akhir bulan, angka yang “lumayan” dikeluarkan hanya untuk parkir saja dan semakin “Besar” apabila kita seringkali keluar untuk melakukan aktifitas Publik khususnya Di kawasan Kota- kota Besar.

Dan apabila kita cermati bisnis parkir dapat mengalahkan model bisnis lainnya seperti Kost-kosan, Sewa Ruko, dan bahkan mampu mengalahkan bisnis Model Perumahan sederhana!! Wow sekali bukan???

Lho kok Bisa?? Tentu bisa!!! Contohnya banyak disekeliling kita, banyak omset yang diperoleh oleh pelaku bisnis Parkiran saat ini. Contohnya Parkiran Stasiun saja, dengan tanah seluas 300 m2 saja mampu menampung sekitar 200 Motor, belum lagi apabila ditingkatkan menjadi dua lantai serta Keahlian dari Pekerjanya, kapasitas bisa mencapai 500 Motor. Jika tarif parkir saja Rp. 5000, maka 500 Unit x Rp 5000 =  Rp 2.500.000 Per Hari!!!

Itu adalah asumsi parkiran pada hari Kerja, omset maksimal, dalam hari libur hanya ¼ dari omset maksimal yaitu Rp. 2.500.000 : 4 = Rp. 625.000

Oke sekarang kita siap berhitung omset tahunan: dalam satu tahun ada 52 hari  Sabtu dan Minggu dimana kita tidak bekerja. Dalam satu tahun ada 26 hari besar (tanggal merah). Jadi sisa hari kerja 365 hari – 104 hari  -26 hari  = 235 Hari kerja dan hari libur ada 104 hari+ 26 hari = 130 Hari Libur

  • Omset di hari Kerja adalah : 235 Hari X 500 motor X Rp. 5.000 = Rp. 587.500.000
  • Omset di Hari Libur adalah : 130 hari X 125 Motor X Rp.5000 = Rp. 81.250.000
  • Rp.587.500.000 + Rp. 81.250.000 = Rp. 668.750.000

Apabila dihitung per tahun maka hitungannya adalah Rp. 668.750.000!!!! Angka yang fantastis bukan? Hampir lebih dari setengah Milliar penghasilan dengan memanfaatkan lahan 300 m2.

Hal diatas adalah salah satu contoh gambaran kasar saja belum ditambah keuntungan dari  Motor menginap dan belum dikurangi biaya perawatan dan gaji karyawan, penghasilan bisa lebih dari itu atau kurang dari itu. Masih banyak model bisnis Parkiran seperti ini, Intinya adalah Menyewakan lahan, dan kemampuan melihat peluang dan manajemen sangat mempengaruhi Hasil akhir dari bisnis itu sendiri. Jadi apakah anda sudah menentukan Model Bisnis anda?

Leave a Reply

Required fields are marked*