agen properti 3

Penjual kerap menggunakan jasa Agen Properti guna membantu memasarkan dan menjual produk-produknya. Makin besar sebuah proyek, biasanya makin banyak Agen Properti yang dilibatkan. Tentu agar produk-produk makin cepat terpasarkan dan terjual. Ingin ikut menggunakan jasa Agen Properti? Hindari 5 hal  berikut ini.

  1. Menganggap remeh peran atau profesi Agen Properti. Ingat, pilar bisnis adalah pemasaran dan penjualan;
  2. Menganggap Agen Properti sebagai subordinat. Posisi Agen Properti setara sebagai mitra dalam kerjasama “busines to business”;
  3. Menganggap Agen Properti sebagai “karyawan”. Agen Properti tidak kita “gaji” tetapi mitra yang hak dan kewajibannya sudah diatur secara tegas dalam kontrak;
  4. Menganggap memberikan pekerjaan kepada Agen Properti sebagai “bantuan sosial”. Sifat kerjasama adalah saling membantu sehingga kita juga sebaliknya dibantu dan terbantu. Lakukan kerjasama secara profesional;
  5. Menganggap bahwa setelah  melibatkan Agen Properti maka peran dalam pemasaran dan penjualan selesai. Kita perlu tetap berperan agar aktivitas terkait menjadi lebih kuat. Lagipula, yang kita jalankan adalah “kerjasama” pemasaran.

Pastikan kita sudah memahami “apa dan bagaimana” mengenai Agen Properti sebelum menggunakan jasa mereka. Pastikan pula kita mengerti peran dan posisi masing-masing agar kerjasama bisa berjalan dengan mulus.

(Zidni Ilman)

One thought on “Agen Properti Sering Dianggap Remeh Karena 5 Hal Ini

  1. hmmm tulisannya menyudutkan developer,… coba dikupas juga dari sisi agen propertinya, apakah mereka sudah pula melakukan kewajibannya,.. jangan hanya mengejar tanda tangan kerjasama, udah gitu ditinggal, hanya berharap konsumen datang, dan dpt komisi,… kebanyakan agen properti cuma nyimpen orang di kantor, dan menunggu konsumen datang,… padahal pemasaran properti atau bisnis apapun, harus agresif,..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *