3 Tahapan Puasa dan Analoginya dalam Bisnis Properti

BANNER SELAMAT PUASA GIF

Para pelaku bisnis properti yang muslim pasti sedang bersuka-cita bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan. Bulan seribu bulan ini memang spesial. Sedetikpun rasanya sayang jika dilewatkan tanpa makna. Lantas, adakah hubungan antara Ramadhan dengan Properti? Untuk menjawabnya butuh kajian ilmiah yang panjang. Tetapi, jika spesifik bicara tentang Puasa, mungkin tahapan-tahapannya bisa dianalogikan serta diterapkan hikmah atau filosofinya ke dalam bisnis properti.

  1. Sahur

Sahur adalah tahap paling awal dalam berPuasa baik dalam bulan Ramadhan maupun bukan. Sahur ini dianjurkan, meski tidak diwajibkan. Untuk kesempurnaan, Sahur perlu didahului dengan niat. Selanjutnya, tubuh diisi dengan asupan makanan dan minuman sebagai modal untuk beraktivitas hingga sekitar 14 jam ke depan untuk waktu di Indonesia.

Dalam bisnis properti, tahapan ini mirip dengan tahapan perencanaan dan permodalan. Untuk mengelola sebuah proyek properti, entah penjualan untuk broker, renovasi untuk flipper, maupun pengembangan untuk developer, perlu didahului dengan “niat” atau perencanaan yang baik. Selanjutnya, permodalan harus disiapkan agar proyek bisa berjalan dengan baik hingga selesai. Mungkinkah Puasa tanpa Sahur? Mungkin saja, tapi tentu tubuh anda jadi mudah lemas.

  1. Puasa

Setelah imsak tiba sesuai dengan ciri-ciri waktunya yang sudah ditentukan, tibalah waktunya melaksanakan aktivitas Puasa. Kita harus menahan diri dari segala yang membatalkan Puasa sejak imsak hingga waktu berbuka Puasa.

Ini mirip dengan tahapan pengerjaan dan pengelolaan proyek dalam bisnis properti. Perencanaan dan permodalan sudah, di tahap ini proyek dieksekusi. Puasa mengajarkan kita untuk fokus dalam mengerjakan dan mengelola proyek. Jangan tergoda oleh hal-hal yang bisa mengganggu kelancaran, kemajuan, dan selesainya proyek. Hindari diri dan tim dari hal-hal yang bisa “membatalkan” proyek.

  1. Buka Puasa

Nah, ini adalah tahap terakhir dalam puasa. Pada tahap ini kita tidak hanya dibolehkan untuk membatalkan puasa, tetapi bahkan dianjurkan untuk menyegerakan. Hal-hal yang tadinya dilarang karena membatalkan puasa, pada tahap ini dibolehkan kembali, tentu dalam koridor aturan dan etika baik agama maupun umum. Kita juga dianjurkan untuk berbuka dengan yang manis.

 Analoginya adalah tahap selesainya proyek dan memperoleh profit dalam bisnis properti. Jika berjalan lancar dan selesai dengan sempurna, inilah waktunya menutup proyek dan menikmati hasil kerja keras kita. Merayakan keberhasilan dengan mencicipi “manisnya” keuntungan tentu boleh, bahkan perlu sebagai motivasi. Tetap ingat untuk tidak berlebihan serta tidak lupa berbagi dengan sesama.

 Semoga berkenan dan bermanfaat.

 (Zidni Ilman N)

Leave a Reply

Required fields are marked*