Ini Point Penting Sebelum Beli Rumah Secondary

Anda tertarik beli rumah lebih murah dari sekeliling dalam kondisi masih layak ? Bisa… Pilihannya adalah Rumah Sedang dihuni (secondary), tapi tunggu dulu, sebelum memutuskan untuk beli rumah secondary, amati dan cek dulu beberapa point pentingnya.

Langkah pertama, jangan langsung tertarik dengan penampilan sisi luar, cek juga dalam bangunan rumah. jika anda punya arsitek/ teman yang tau bangunan, bisa diajak untuk ceklist bangunan, mulai dinding, saluran air bersih dan kotor, ada serangan rayap di beberapa kayu atau tidak, bisa dilihat dari tanda tanda nya.

Jangan langsung terbuai dengan interior bangunan, cek juga usia bangunan, kapan terakhir direnovasi. ini bersangkutan dengan keamanan dan keselamatan penghuni. Yang tidak kalah penting adalah sirkulasi udara dalam rumah, adakah ruangan yang tidak ada jendelanya. ruangan yang minim cahaya matahari dan jendela, akan cenderung lembab dan pengap di dalam ruangan, sangat tidak nyaman untuk dihuni.

Point yang tidak boleh dilewatkan adalah air, bagaimana kondisi mesin air, dan air saat itu. pastikan jarak antara septictank dan sumur bor lebih dari 8 meter, cek juga jaringan kelistrikan /kabel/ stop kontak-saklar dan instalasi PLN, apakah si pemilik rumah punya tunggakan dengan PLN atau tidak.

Setelah jeli memeriksa fisik bangunan, saatnya periksa surat kepemilikan. Pastikan rumah tersebut ada Izin IMB dan Seritifikat (SHM / SHGB), tanyakan dengan detail apakah ada masalah dengan beberapa ahli waris, jika rumah tersebut adalah warisan, dan pastikan semua ahli waris sepakat untuk menjual properti tersebut melalui surat kuasa menjual yang ditujukan kepada salah satu ahli waris.

Langkah selanjutnya, bandingkan dengan harga rumah sekeliling yang tipe dan luas nya mirip/ sama, dengan fasilitas yang mirip / sama. jika membuthkan renovasi, pastikan tidak melebihi anggaran yang sudah dipersiapkan. perhatikan keamanan di lingkungan sekitar, jika di dalam komplek pastikan ada penjaga / security.

Jika semua sudah diperiksa, lalu keputusan terakhir adalah persiapan dana / kelayakan kredit jika menggunakan KPR, ajukan kepada pemilik rumah dengan Pola beli via KPR, dengan pagu kredit yang telah ditentukan oleh bank terdekat.

Masalah jarak rumah – tempat kerja bagaimana? jarak itu relatif, tinggal di tengah kota tentu harga rumah tinggi, tinggal di pinggi kota, tentu lebih murah. Kesimpulannya adalah, sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan anda ketika memutuskan untuk beli rumah baru / bekas.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *