Melirik Potensi Properti Jatiwaringin, Bekasi

lokasi (6)

lokasi (6)Melihat perkembangan properti di Jatiwaringin, dengan adanya jalur tol baru BECAKAYU (Bekasi Cawang Kampung Melayu), kedekatan akses tol Dalam kota yang tersambung dengan JORR (Jakarta Outer Ring Road), banyaknya kampus di Jatiwaringin, dan pusat perbelanjaan juga kuliner di wilayah ini. Semacam menjadi magnet untuk berinvestasi properti. Hanya saja gedung tinggi sepertinya tidak bisa dibangun di wilayah ini. Terus investasi yang cocok seperti apa?

“Dengan harga jual tanah semahal itu, tentu sudah tidak bisa lagi kita menjual rumah yang murah. Apalagi rumah bersubsidi!”, kata Wempi , pemilik rumah kost Azizan Inn.

Mari kita berhitung, misalkan saja ada tanah seluas 100m2 dengan harga 3 juta per m2. Maka harga tanahnya sudah mencapai 300juta. Kemudian kita bangun rumah seluas 45 m2 dengan harga bangunan 3 juta per m2 maka total bangunan menghabiskan biaya 135 juta. Total modal pokok 435 juta. Ditambah komponen pajak, biaya operasional, biaya promosi dan biaya lain-lain serta ditambah keuntungan penjual, maka harga jual tipe 45/100 di Jatiwaringin mencapai 700jutaan bahkan lebih.

“Harga tersebut menjadi tidak menarik. Lebih baik geser sedikit ke arah kota Bekasi atau masuk ke Jakarta, beli apartemen dengan harga 400 jutaan. Lokasi dekat, akses lebih mudah dan murah.”, jelas mas Wempi.

Yang menarik sebenarnya membangun apartemen, tapi konon apartemen tidak bisa dibangun di wilayah ini berkaitan dengan ketinggian dan kedekatan dengan bandara halim.

“Mau tidak mau, main properti produktif. Paling gampang investasi di kost-kostan. Kan mumpung dekat dengan kampus, dekat bandara, dekat pusat perbelanjaan. Coba dihitung potensinya. Jumlah mahasiswa berapa, karyawan yang berada di wilayah tersebut ada berapa. Nah mereka itu yang menjadi sasaran pasar untuk menghuni kost yang dibangun.”, jelasnya lagi.

Keuntungan berinvestasi di kost-kostan adalah properti memiliki kemungkinan penghasilan bulanan atau cash flow selain peningkatan harga propertinya itu sendiri atau capital gain. Dual income!

“Properti yang menghasilkan uang bulanan, jauh lebih menarik dan harga tawarnya bisa lebih tinggi dibanding rumah biasa.”, imbuhnya lagi.

Comments

  1. Hmm.. memang dilematis.. di satu sisi potensinya demikian seksi. Di sisi lain biaya produksi justru sebaliknya.

    Di situ kadang aku merasa sedih.. #eh.. di situlah dibutuhkan kreativitas utk menyiasati. Karena selalu ada peluang dalam kondisi seperti apapun. Properti produktif seperti disebutkan narsum di atas salah satunya.. keren lah pokoknya..

    Ditunggu nih ide2 kreatif lain sbg inspirasi..

    Salam Action..

Leave a Reply

Required fields are marked*