Pernah mendengar istilah art-deco? Gaya ini sering disamakan dengan gaya eklektik yang memadukan beberapa aliran gaya. Gaya yang berkembang di Eropa berawal di Perancis pada era 1920 sampai 1940 yang memperlihatkan gaya kubisme, modernism dengan sentuhan glamor khas masa keemasan Hollywood. Untuk di Indonesia, gaya art-deco ini masuk kala masa pemerintahan Hindia-Belanda. Arsitektur art-deco di kawasan daerah tropis menjadikannya berbeda dan tampil eksotis.

Sentuhan gaya art-deco identik dengan bentuk geometric, bersiku, dan pada masa dianggap sebagai rancangan yang ultramodern. Bila Anda ingin menggunakan gaya art-deco pada hunian, pilihlah furniture yang memiliki ketegasan garis-garis desain. Bahan pembungkus pada sofa misalnya cukup dengan warna polos coklat muda, pastel, atau krem. Selain itu, bisa pula Anda memilih permainan motif geometris garis-garis pada sofa yang masuk dalam aksen dekorasi ruang.

interior design

Demikian halnya dengan lemari kabinet yang bisa dipadukan dengan aplikasi warna cat dasar seperti coklat, hitam, atau putih. Bahakan chrome dan kaca cukup banyak berperan dalam rancangan gaya art-deco yang bisa ditonjolkan pada desain lampu yang masuk dalam aksen dekorasi ruang.

Untuk semakin terlihat art-deco, gunakan lantai parket kayu yang memberi kesan mewah dan alami pada hunian. Pemilihan cat gunakan warna yang lebih terang untuk memberi kesan ruang kian tampak luas. Kuning, oranye, biru muda bisa memberi kesan hangat dan ceria pada ruang art-deco Anda. Untuk ruang tamu dan kamar tidur, gunakan krem, hijau, dan beige yang lebih menenangkan namun tetap memberikan sentuhan art-deco. Selamat berkreasi dengan desain art-deco.

desain interior

 

Konsultasi dengan admin untuk jasa interior, klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *