LOGO YBP HMPada bank-bank konvensional, kita pasti sudah mengetahui bahwa terdapat dua jenis mekanisme KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang ditawarkan. Pertama adalah bank yang menawarkan langsung KPR dengan bunga floating atau naik turun sesuai suku bunga acuan yang tengah berlaku, dan kedua adalah KPR yang menawarkan bunga fixed atau tetap di awal tahun.

Lalu, kira-kira jenis KPR manakah yang terbaik untuk Anda? Tentu saja sebagai nasabah, kita jangan mudah tergiur dengan tawaran menarik dari perbankan. Untuk menghindari kerugian yang besar, sebaiknya selalu kritis sejak dari awal pengajuan KPR daripada menyesal belakangan. Menurut perencana keuangan di rubrik kiat kocek majalah Kontan, Ligwina Poerwo-Hananto, terdapat hal yang perlu dicermati sebelum memutuskan memakai jasa KPR dari suatu bank. Jika disuruh pilih antara bunga fixed sementara atau floating, cukup mengejutkan, Ligwina justru menganjurkan lebih baik pilih bunga floating dibandingkan bunga fixed. Hal ini dikarenakan banyaknya bank konvensional yang memberlakukan bunga fixed, menaikkan bunga saat masa floating jauh di atas suku bunga yang berlaku di pasaran. Tentunya hal ini akan membuat Anda kaget bukan kepalang ketika setelah memasuki masa bunga floating tagihan KPR Anda membengkak drastis. Biasanya, kebanyakan penyebab kredit KPR macet adalah ketidakmampuan nasabah membayar tagihan KPR setelah memasuki masa floating, jadi sebaiknya waspadai jenis KPR fixed ini dan teliti betul kontrak KPR Anda sebelum memutuskan untuk menggunakan produk KPR bank tersebut.

Kelebihan bank yang menawarkan KPR bunga floating dibanding menggunakan KPR bunga fixed yang hanya selama beberapa tahun adalah, secara historis, mereka tidak pernah memberlakukan bunga jauh di atas suku bunga acuan rata-rata. Jika dibanding bank yang menerapkan bunga fixed, fluktuasi bunga yang mereka terapkan justru lebih rasional dan lebih sedikit. Ligwina juga berpesan agar tidak langsung tergiur dengan gencarnya promo bunga rendah dari bank. Selalu perhatikan sistem perhitungan bunga yang berlaku pada tiap bank dan pilih KPR bank yang selalu transparan dalam penguraian mekanisme pembayaran biaya KPR kedepannya. Setelah itu baru putuskanlah jenis KPR yang sesuai dengan kemampuan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *