RSH – Rumah Sangat Hati-Hati

001 GSRSH kependekan dari Rumah Sederhana Sehat, atau juga disebut rumah bersubsidi dan program terbaru disebut FLPP alias Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan. Namun sering diplesetkan Rumah Sangat Hati-hati. Apa aja hati-hatinya?

  1. Profit tipis. Ya, dibandingkan dengan rumah non subsidi, harga rumah bersubsidi dibatas 88 juta. Dengan harga tanah yang cenderung meningkat dan harga material yang semakin naik, mau tak mau profit tertekan. Bisa untung 12% saja sudah sangat bagus.
  2. Persyaratan KPR lebih rumit. Ya benar. Data yang diperlukan lebih banyak. Contohnya harus memiliki surat keterangan belum memiliki rumah. Karena rumah bersubsidi hanya diberikan kepada yang belum memiliki rumah.
  3. Harga rumah tak mudah digoreng. Karena harga dipatok oleh pemerintah. Kenaikan investasi sangat bergantung dengan kecepatan penjualan sang developer dan kenaikan harga dari pemerintah.
  4. Rentan komplain. Keharusan menekan biaya menjadikan kualitas bangunan kadang tidak sebaik bangunan non subsidi. Hal ini dapat membuat komplain kepada si developer.
  5. Lahan tak mudah ditemukan. Untuk membuat perumahan RSH dengan harga 88 juta, Anda harus menemukan lahan dengan harga 100 ribu per m2. Nah lahan semacam ini tidak mudah ditemukan. Bilamana ada, fasilitas seperti listrik, air tidak mudah diperoleh. Benar?

Menjadi developer rumah bersubsidi memang dibutuhkan hati yang lebih luas. Niat membantu orang lain untuk memiliki rumah, memiliki aset, kadang tak sebanding dengan kualitas dan komplain yang diterima. Ya… memang harus punya HATI dan SANGAT HATI-HATI. Dan insya Allah tujuannya MULIA.

 

Comments

  1. 😆 ha..ha… apaboleh biau dengan Rumah sangat hati-hati, karena harga rumah terus meroket sehingga tidak terjangkau bagi masyarakat yang kurang mampu yang belum memiliki rumah

Leave a Reply

Required fields are marked*