rusijo003Dalam ngangsu kawruh kemaren ke Mas Rusijo di Wates, saya tanyakan beberapa hal terutama marketiing. Bagaimana mas Rusijo bisa mendapatkan konsumen.

“Kalau koran di sini kurang efektif mas. Developer di sini banyak menggunakan penunjuk arah serta sebar brosur”, ujar mas Rusjio.

“Lha kalau sebar brosurnya gimana caranya mas?”, saya bertanya

“Saya titip sebar sendiri mas. Kadang-kadang saya titip ke agen koran untuk dibagikan melalui koran-korannya”, terang mas Rusijo

“Itu lokasi sebelahmu kok belum jualan?”, saya kembali bertanya karena kebetulan di samping lokasinya belum jualan padahal harga jualnya jauh lebih murah.

“Kayaknya karena gak ada yang jagain mas. Lagian gak ada progres bangunan. Dan promosinya cuma baliho depan lokasi itu”, jawabnya

“Jadi soulnya gak ada ya. Jiwanya gak dapet”, tegas saya

“Ya kira-kira ngono mas. Gak diurus.”

“Lha kalau sampeyan, marketingnya berapa?”

“Ya saya sendiri mas. Lha wong usaha masih kecil kok. Semua yang bisa saya garap sendiri ya saya garap sendiri. Kalau gak bisa baru dikerjakan orang lain.”, jawab mas Rusijo.

Pelajaran apa yang didapatkan? Pertama, sebar brosur dan penunjuk arah adalah bagian dari promosi. Kedua, harus ada orang marketing yang menangani bukan sekedar ada, tapi memiliki kemampuan marketing. Ketiga start small, act now, mulailah dari yang kecil dan mulailah dari sekarang. Mimpinya boleh besar, tapi kalau mimpi terus ya gak bangun-bangun. Ayo action!

Mau action dan berinvestasi bareng Mas Rusijo? Baca Mas Rusijo, Developer Muda di Wates.

v

One thought on “Model Promosi di Wates ala Mas Rusijo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *