Pentingnya Menyikapi Seminar Motivasi untuk Developer Properti

Sangat mengesankan melihat motivator berapi-api memompa semangat para audience-nya. Gagal, coba lagi, bangkit lagi, gagal adalah sukses yang tertunda: adalah mantra sakti yang dianggap sebagai titah para dewa. Peserta seminar motivasi pun menjadi sangat antusias, mata berbinar mengandung keyakinan terhadap kesuksesan yang akan diraih seperti kata-kata sang motivator.

Tak kurang Thomas Alfa Edison sang raja penemu, Colonel Harlan Sanders penggagas dan pemilik Kentucky Fried Chicken (KFC) pun selalu menjadi contoh agung laksana kitab suci. Contoh yang sangat bagus sebenarnya untuk menjaga keyakinan raihan sukses setelah berulangkali gagal. Semangat pantang menyerah dari maestro kesuksesan tersebut selayaknya diadaptasi ke alam bawah sadar kita. Keyakinan yang mereka tunjukkan terhadap bagaimana merubah impian menjadi kenyataan sudah seharusnya kita jabarkan pula dalam sanubari dan kehidupan kita.

Lalu apakah motivasi yang berapi-api itu selaras diimplementasikan di dunia bisnis property, khususnya sebagai developer? Pertanyaan yang sederhana namun memerlukan telaahan yang komprehensif untuk menemukan jawabannya. Gagal, coba lagi, gagal lagi, bangkit lagi adalah sangat berbahaya jika diterapkan di dunia developer property. Karena sekali kita gagal, diperlukan effort yang luar biasa untuk bisa menormalisasi akibat kegagalan itu. Padat modal, waktu kelola yang panjang, kompleksitas bisnis yang tinggi menjadi alasan utamanya.

Alam takambang jadi guru,’ begitulah pepatah lama yang kita dapatkan dari cerdik pandai guru-guru sewaktu kecil di desa sana. Selayaknya kita mempelajari alam dan fenomena yang menyertainya, alam yang dimaksud bukanlah dalam artian partial yang sempit seperti benda mati, pepohonan dan lain sebagainya. Alam yang dimaksud disini adalah pengertian secara integral termasuk manusia dan segala sejarah yang menyertainya dan pencapaian yang sudah digenggamnya.

seminar membosankanSudah banyak contoh yang dapat kita lihat: proyek mangkrak, hutang menumpuk, dikejar kreditur, terpaksa menipu adalah sebagian kondisi yang dapat terjadi jika seorang pebisnis property pemula hantam kromo jadi developer. Tanpa pengetahuan dasar yang cukup, bermodal semangat membara mereka dengan gagahnya menjadi developer property. Kadangkala menghilang seperti ditelan bumi dilakoni sebagai langkah penyelesaian, tapi apakah itu menyelesaikan persoalan?

Adalah tidak mungkin seorang pebisnis property menghilangkan resiko, berbisnis property seperti juga bisnis lainnya, selalu mengandung resiko sukses dan gagal, karena memang begitulah alam mengaturnya, tidak ada jaminan sukses seratus persen, juga tidak mungkin kita dipastikan gagal, karena hal yang pasti adalah kita pasti gagal jika tidak pernah action mencoba.

Mengetahui rumusan dasar dan pemahaman yang konprehensif mengenai tiang-tiang penyangga bisnis property menjadi mutlak dicermati. Aspek-aspek elementer dalam bisnis property seperti legalitas, teknis, finansial dan marketing yang dirangkum dalam manajemen nan presisi adalah wajib hukumnya untuk dikuasai, karena aspek-aspek tersebut menjadi aktor utama yang menentukan perjalanan bisnis property. Dengan dikuasainya aspek-aspek elementer tersebut diharapkan resiko gagal bisa dieliminir.

Idealnya motivasi-motivasi yang didapat dianggap sebagai penyedap sayur yang belum diberikan bumbu. Kata-kata motivasi yang normatif mungkin saja kontradiktif dengan dunia nyata. Metedologi kelola bisnis property yang cenderung berbeda dan lebih kompleks jika dibandingkan dengan bisnis lainnya mengharuskan pelakunya mempersiapkan diri dengan mental yang kuat membaja.

Untuk pribadi yang matang, bisnis legalitas, adalah sebagian dari sifat dasar bisnis property. Pribadi yang sanggup menghadapi tekanan, baik tekanan yang negatif ataupun tekanan yang positif. Tekanan negatif membayangi ketika implementasi dan progress proyek di lapangan tidak sesuai dengan perencanaan. Baik dari segi time schedule, teknis dan finansial. Tekanan positif akan menggoda disaat proyek berjalan sesuai dengan rencana dan keuntungan besar diraih. Uang dalam jumlah besar dalam rekening bisa merubah pribadi seseorang menjadi tidak seharusnya.

Bisnis legalitas, ya begitulah kenyataannya, karena seperti apapun kondisi legalitas proyek property selamanya akan melekat kepada sang developer. Jika suatu saat terjadi masalah dengan legalitas proyek, maka developer lah orang pertama yang akan diminta pertanggungjawaban. Karena seluruh tindakan developer, mulai membeli lahan, mengurus perijinan, membangun proyek secara fisik, sampai proses penjualan kembali, seluruhnya diatur oleh peraturan tertulis, baik berupa Undang-Undang seperti UUPA, UU Hak Tanggungan, UU Perumahan dan Pemukiman, maupun berupa Peraturan Pemerintah (PP) atau Peraturan Menteri. Dimana dalam UU tersebut mengandung sanksi jika dilanggar.

Bisnis yang kompleks memang, tapi bisa dikuasai dengan motivasi nan positive  proporsional dan bekal kemampuan yang didapat dengan terus belajar…

Penulis : Asriman Tanjung, Praktisi Bisnis Properti, member YukBisnisProperti. Website http://www.Asriman.Com/

Leave a Reply

Required fields are marked*