reddeveloperBisnis properti terutama bisnis developer properti adalah bisnis yang perputarannya lambat. Tidak disarankan untuk mencari uang dengan perputaran cepat di bisnis developer ini. Mengapa, karena bisnis ini membutuhkan proses infant yang relatif agak lama. Berbeda dengan jualan roti. Beli roti, langsung jual, bisa dapat uang. Maka sangat penting menyusun timetable bisnis properti ini.

Ada 3 tahapan yang perlu diperhatikan.

  1. Tahap Pra Produksi | Tahap ini meliputi tahap perencanaan, pengolahan lahan, perijinan, sertifikasi lahan. Waktu yang dibutuhkan berkisar 1-6 bulan. Semakin besar lahannya bisa semakin panjang. Maka tidak heran bila developer besar melakukan penjualan bertahap, mengapa, untuk memecah tahap-tahap menjadi tahapan yang lebih kecil. Sehingga cash flow bisa berputar.
  2. Tahap Pemasaran | Tahap ini meliputi proses pemasaran baik dari promosi, kerjasama perbankan, kerjasama notaris, penjualan, proses kpr, proses akad. Tahap ini baru bisa dilakukan setelah perijinan selesai. Apakah bisa overlapping dengan tahap Pra Produksi? Sangat mungkin bisa. Karena proses pemasaran ini juga panjang. Bukan kita jual hari ini terus kita terima uang hari ini pula. Ada proses booking, proses kpr, pembangunan dan akad jual beli dilanjut akad kredit, baru diterima uangnya. Memakan waktu bisa sampai 2-6 bulan.
  3. Tahap Produksi | Setelah kapling terbooking, maka dilakukan pembangunan unit rumahnya. Proses pembangunan 1 unit rumah memakan waktu 2-12 bulan tergantung besaran rumahnya.

Dari tiga tahap di atas bila masing-masing tahap berjalan normal. Maka bisnis properti dibutuhkan waktu standar paling tidak 18 bulan. Dimana pra produksi 6 bulan, pemasaran 6 bulan, produksi 6 bulan.Bisa lebih cepat, bisa! Bila lahan tidak besar, misal hanya 5 kapling.

So, bila Anda ingin memasuki bisnis ini, perhatikan timetable nya ya. Semoga bermanfaat,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *