Menjaga Agar Tidak Bubble Properti

syahpropertiBeberapa media online merelease berita tentang kekhawatiran adanya bubble properti. Bubble atau gelembung properti adalah kondisi dimana harga properti sudah terlalu tinggi sedangkan kemampuan membeli tidak mengikuti kenaikan harga properti itu. Efek lebih lanjutnya adalah harga properti “terpaksa” turun untuk memenuhi kemampuan beli konsumen.

Beberapa pakar properti mengatakan bahwa kondisi bubble sebenarnya masih jauh di Indonesia karena komposisi user properti sebagai investor hanya berkisar 25%-30% saja. Selebihnya karena user properti adalah orang yang memenuhi kebutuhan dasarnya yakni memiliki rumah tinggal. Bukan untuk berinvestasi.

Mengacu kepada dua hal tersebut di atas, yakni ancaman bubble dan komposisi user properti, maka sebenarnya bubble bisa dihindari dengan menyediakan properti yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Ya benar, investasi properti memang menggiurkan. Iming-iming ini memicu orang yang memiliki kemampuan lebih untuk menjadi investor properti. Ini tidak salah. Hanya saja harus ada orang mau mendorong tersedianya properti yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Bukan menjual properti karena iming-iming investasi.

Para investor properti harus mendukung untuk memenuhi kebutuhan properti yang sesuai harga pasar. Maka investasi properti sebaiknya diarahkan kepada pembangunan properti yang menjangkau pasar. Salah satunya adalah membangun rumah bersubsidi dengan harga jual maksimal 88 juta. (Di beberapa daerah harganya beda).

Artinya investor properti masih bisa memenuhi keinginannya untuk berinvestasi di properti, namun user properti lainnya juga terpenuhi kebutuhannya.

Well ok, rumah bersubsidi mungkin memang tidak bisa dibangun di area Jakarta Depok Tangerang karena harga dasar properti tidak memungkinkan. Yang ditekankan di sini bukan rumah bersubsidi, tapi kemampuan pasar menyerap properti. Sehingga di beberapa daerah yang tidak memungkinkan membangun rumah bersubsidi, minimal mampu membangun properti yang sesuai dengan kondisi pasar.

High rise building? Ya, apartemen atau rumah susun juga merupakan salah satu alternatif tempat tinggal dengan harga murah. Saya melihat pemerintah sudah mendorong hal ini. Mungkin yang lebih dibutuhkan adalah merubah mindset atau metode agar bersedia tinggal di apartemen atau rusun dan tidak lagi memilih landed house.

Anda tertarik menjadi developer properti yang membangun rumah bersubsidi atau membantu orang lain memiliki rumah? Bisa ikuti program pendampingan, klik di sini. Baca pula Yuk Bangun Rumah Murah untuk mempelajari dasar-dasar berinvestasinya.

Leave a Reply

Required fields are marked*